SDG Sukabumi Latih Santri Ponpes Al Istiqomah Budi Daya Nila
Rabu, 07 Juni 2023 - 14:49 WIB
loading...
SDG Sukabumi melatih para santri Ponpes Al Istiqomah budi daya ikan nila, Selasa (6/6/2023). Program ini digelar untuk merangsang minat santri muda berwirausaha. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SUKABUMI - Santri Dukung Ganjar (SDG) Sukabumi melatih para santri Ponpes Al Istiqomah budi daya ikan nila. Program ini digelar untuk merangsang minat santri muda berwirausaha.
Ponpes Al Istiqomah merupakan salah satu ponpes yang menggalakkan ekonomi kreatif. ”Kami memberikan pelatihan dan bantuan sarana prasarana yang meliputi bibit, pakan, dan bimbingan dari pemateri yang profesional untuk menunjang keberlangsungan budi daya ikan nila," kata Korwil SDG Sukabumi Ahmad Hakiki di acara Pelatihan Budidaya Ikan Nila di Ponpes Al-Istiqomah, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Selasa (6/6/2023).
Hakiki mengatakan santri milenial harus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Ini untuk mencetak para santri milenial jadi mandiri.
"Santri muda di era saat ini harus terbuka, menyiarkan pesan keagamaan dengan skala yang lebih besar melalui kegiatan berwirausaha salah satunya," ujarnya.
Menurut Hakiki, pemuda harus bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas positif. Misalnya mengembangkan kegemaran, mengikuti kegiatan keagamaan, dan ikut berbagai kepanitiaan dan organisasi ekstra.
Ponpes Al Istiqomah merupakan salah satu ponpes yang menggalakkan ekonomi kreatif. ”Kami memberikan pelatihan dan bantuan sarana prasarana yang meliputi bibit, pakan, dan bimbingan dari pemateri yang profesional untuk menunjang keberlangsungan budi daya ikan nila," kata Korwil SDG Sukabumi Ahmad Hakiki di acara Pelatihan Budidaya Ikan Nila di Ponpes Al-Istiqomah, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Selasa (6/6/2023).
Hakiki mengatakan santri milenial harus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Ini untuk mencetak para santri milenial jadi mandiri.
"Santri muda di era saat ini harus terbuka, menyiarkan pesan keagamaan dengan skala yang lebih besar melalui kegiatan berwirausaha salah satunya," ujarnya.
Menurut Hakiki, pemuda harus bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas positif. Misalnya mengembangkan kegemaran, mengikuti kegiatan keagamaan, dan ikut berbagai kepanitiaan dan organisasi ekstra.
Lihat Juga :