Bikin Yogyakarta Mencekam! Begini Kronologi Bentrokan Pesilat PSHT dengan Brajamusti
Senin, 05 Juni 2023 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, Ali Sutanto Kala berusaha melerai keributan warga setempat dengan oknum suporter sepak bola tersebut. Keributan itu, diduga dipicu oleh ulah oknum suporter bola di kawasan Pantai Parangtritis, dan tidak terima ditegur warga.
Kemudian, pada Minggu (4/6/2023) sore, sekitar pukul 16.30, datang rombongan orang yang berjumlah ratusan melalui Jalan Kenari. Diduga mereka bakal mendatangi markas suporter di seputaran Stadion Mandala Krida. Mereka akan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Pantai Parangtritis.
Agar tidak terjadi kericuhan, jajaran kepolisian dari Polsek Umbulharjo, Polresta Yogyakarta, Satuan Brimob Polda DIY, serta personel Koramil 0734/07 Umbulharjo, menghadang mereka di Jalan Kenari. Aksi lempar batu sempat terjadi di kawasan tersebut.
Baca juga: Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde
Pada pukul 17.30 WIB, massa berhasil dipukul mundur, dan diarahkan ke luar dari wilayah Jalan Kenari untuk mencegah keributan. Polisi terus berusaha menghalau massa, yang kemudian didorong ke arah Jalan Kusumanegara.
Selepas maghrib, massa didesak untuk masuk ke arah Jalan Tamansiswa. Pada pukul 18.55 WIB, massa kemudian diarahkan putar balik ke arah utara Jalan Tamansiswa, guna menghindari bentrok.
Kemudian, pada Minggu (4/6/2023) sore, sekitar pukul 16.30, datang rombongan orang yang berjumlah ratusan melalui Jalan Kenari. Diduga mereka bakal mendatangi markas suporter di seputaran Stadion Mandala Krida. Mereka akan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Pantai Parangtritis.
Agar tidak terjadi kericuhan, jajaran kepolisian dari Polsek Umbulharjo, Polresta Yogyakarta, Satuan Brimob Polda DIY, serta personel Koramil 0734/07 Umbulharjo, menghadang mereka di Jalan Kenari. Aksi lempar batu sempat terjadi di kawasan tersebut.
Baca juga: Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde
Pada pukul 17.30 WIB, massa berhasil dipukul mundur, dan diarahkan ke luar dari wilayah Jalan Kenari untuk mencegah keributan. Polisi terus berusaha menghalau massa, yang kemudian didorong ke arah Jalan Kusumanegara.
Selepas maghrib, massa didesak untuk masuk ke arah Jalan Tamansiswa. Pada pukul 18.55 WIB, massa kemudian diarahkan putar balik ke arah utara Jalan Tamansiswa, guna menghindari bentrok.
Lihat Juga :