Edukasi Masyarakat, National Hospital Hadirkan Ahli Stem Cell Jerman

Rabu, 24 Mei 2023 - 08:05 WIB
loading...
Edukasi Masyarakat,...
Ahli stem cell Jerman, dr Daniel Lim (kiri) didampingi Andi Solaeman (tengah) dan owner NH, Alexander (kanan) usai acara Organo Stem Cell, Rejuvenation Therapy di NH Surabaya, Selasa (23/5/2023) malam.
A A A
SURABAYA - Terapi stem cell akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat. Untuk memberikan edukasi atau pemahaman hal ini, National Hospital (NH) Surabaya memfasilitasi ahli stem cell dari Jerman untuk memberikan edukasi bagi masyarakat, Selasa (23/5/2023) malam.

Ahli stem cell Jerman, dr Daniel Lim hadir menjelaskan panjang lebar terkait stem cell dalam acara Organo Stem Cell, Rejuvenation Therapy. Bagaimana terapi ini hingga pada regulasinya. Memang di Indonesia bahkan di Asia masih terbentur regulasi terkait stem cell ini.

Representatif Terapi Stem Cell Jerman di Indonesia, Andi Solaeman mewakili dr Daniel mengatakan edukasi pada masyarakat terkait stem cell ini dilakukan agar mengetahui bagaimana dan apa fungsi terapi ini.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Dipanggil KPK, Miliki Harta Kekayaan Rp7,46 Miliar

Dia mengatakan, pada dasarnya stem cell ada dalam tubuh manusia. Di mana kanak-kanak bahkan saat bayi baru lahir, ada banyak sekali stem cell. Sebagai contoh ketika anak-anak mengalami luka, bisa cepat sekali sembuh karena stem cell itu bisa membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kuat.

“Kadang kalau anak kecil luka, dikasih ludah saja sudah sembuh. Itu karena stem cell mereka banyak,” jelas Andi.

Seiring berjalannya waktu, tubuh menjadi besar dan dewasa bahkan menua, jumlah stem cell dalam tubuh juga mengalami penurunan signifikan. Jika terjadi luka misalnya maka akan lama sembuhnya.
“Karena itu, terapi stem cell ini untuk menambah jumlah stem cell dalam tubuh yang sudah berkurang itu,” tandas Andi.

Sekali dilakukan terapi stem cell dengan suntikan, akan ditambahkan 200 juta stem cell. Stem cell-nya sendiri kata Andi diambilkan dari stem cell anak domba. “Setelah dilakukan banyak penelitian, stem cell anak dombalah yang cocok. Bahkan di Jerman sudah ada peternakan domba khusus untuk diambil stem cell-nya,” tuturnya.

Terapi ini sudah banyak disukai masyarakat di Eropa. Walau bukan untuk pengobatan tapi ini menjadi alternatif baru agar tubuh menjadi lebih kuat dan memiliki daya tahan.

“Bahkan ini bisa dilakukan siapa saja. Tidak harus menunggu sudah menua. Jika dirasa memiliki alergi misalnya, bisa dilakukan. Kalau orang-orang yang lansia misalnya juga sangat bisa melakukan ini,” kata Andi.

Untuk bisa melakukan terapi stem cell ini dibutuhkan dana USD 20 ribu atau sekitar Rp300 juta. Terapi ini sudah termasuk suntikan stem cell dan perawatan selama lima hari di rumah sakit untuk diobservasi pra dan pasca terapi.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Tegal Jadi Pusat Kolaborasi...
Tegal Jadi Pusat Kolaborasi Riset dan Inovasi Kesehatan Primer
Gerakan Pilah Sampah,...
Gerakan Pilah Sampah, Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
Siswa SDN Cibilik Antusias...
Siswa SDN Cibilik Antusias Ikuti Edukasi Lingkungan oleh MNC Peduli dan MNC Tourism
Perkembangan Kasus Keracunan...
Perkembangan Kasus Keracunan Makanan di Jaktim, Sebagian Besar Siswa Dipulangkan dari Rumah Sakit
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved