Lebaran Betawi 2023 Digelar di Monas, Simak Beragam Acara Seru
Sabtu, 20 Mei 2023 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Pada zaman dahulu kala, untuk merayakan Lebaran orang Betawi dapat saling bersilaturahmi sesama kampung. Akan tetapi karena semakin berkembangnya pembangunan Jakarta, silaturahmi ini harus dikumpulkan menjadi satu tempat. Maka itu, terbentuklah Lebaran Betawi ini.
Hari Lebaran dimaknai oleh tiga hal, yakni ibadah, sosial, dan ritual yang digabung jadi silaturahmi.
Sejak dulu, tradisi berlebaran masyarakat Betawi berlangsung hingga pekan ketiga di bulan Syawal.
Budaya itu tidak hanya digunakan untuk memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga melanjutkan puasa syawalan.
Menyadari pentingnya melestarikan budaya tersebut, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012, Amarullah Asbah alias Bang Uwo, lalu menggagas ide membuat Lebaran Betawi.
Awalnya, gagasan itu dibentuk hanya sebagai sarana silaturahmi antarwarga Betawi yang tidak hanya bermukim di Jakarta, tetapi juga dari daerah lain.
Dalam perkembangannya, kegiatan itu tidak hanya ditujukan untuk warga Betawi, tetapi juga terbuka untuk khalayak luas.
Kegiatan Lebaran Betawi diadakan setiap tahun dan hanya ditiadakan pada tahun 2020 dan 2021 lantaran pandemi Covid-19.
Pada acara perdana 18 Oktober 2008, Lebaran Betawi digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kemudian,
Lebaran Betawi tahun 2009 digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, pada 17-18 Oktober 2009.
Lebaran Betawi kali ketiga dilaksanakan pada 25-26 September 2010 di Sentra Primer Kembangan, Jakarta Barat. Gelaran Lebaran Betawi tahun 2011 dilangsungkan di Lapangan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur selama dua hari pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2011.
Hari Lebaran dimaknai oleh tiga hal, yakni ibadah, sosial, dan ritual yang digabung jadi silaturahmi.
Sejak dulu, tradisi berlebaran masyarakat Betawi berlangsung hingga pekan ketiga di bulan Syawal.
Budaya itu tidak hanya digunakan untuk memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga melanjutkan puasa syawalan.
Menyadari pentingnya melestarikan budaya tersebut, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012, Amarullah Asbah alias Bang Uwo, lalu menggagas ide membuat Lebaran Betawi.
Awalnya, gagasan itu dibentuk hanya sebagai sarana silaturahmi antarwarga Betawi yang tidak hanya bermukim di Jakarta, tetapi juga dari daerah lain.
Dalam perkembangannya, kegiatan itu tidak hanya ditujukan untuk warga Betawi, tetapi juga terbuka untuk khalayak luas.
Kegiatan Lebaran Betawi diadakan setiap tahun dan hanya ditiadakan pada tahun 2020 dan 2021 lantaran pandemi Covid-19.
Pada acara perdana 18 Oktober 2008, Lebaran Betawi digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kemudian,
Lebaran Betawi tahun 2009 digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, pada 17-18 Oktober 2009.
Lebaran Betawi kali ketiga dilaksanakan pada 25-26 September 2010 di Sentra Primer Kembangan, Jakarta Barat. Gelaran Lebaran Betawi tahun 2011 dilangsungkan di Lapangan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur selama dua hari pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2011.
Lihat Juga :