Sumber Air Tercemar Ecoli, Puluhan Warga Kebumen Terserang Diare
Rabu, 17 Mei 2023 - 22:06 WIB
loading...
Sebanyak 37 orang warga dari tiga RT di Dukuh Kepaksen, Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terserang diare akibat sumber air tercemar bakteri Escherichia coli (Ecoli). Foto/iNews TV/Joe Hartoyo
A
A
A
KEBUMEN - Sebanyak 37 orang warga dari tiga RT di Dukuh Kepaksen, Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terserang diare dan muntah-muntah. Diduga, hal ini dipicu sumber air yang tercemar bakteri Escherichia coli (Ecoli).
Baca juga: 7 Rekomendasi Obat Diare Dewasa Terbaik, Nomor 4 Tersedia dalam Bentuk Cair
Sumber air yang diduga tercemar bakteri Ecoli tersebut, menjadi pemasok utama kebutuhan air untuk konsumsi warga. Tak hanya orang dewasa, kasus diare ini juga menyerang 15 balita. Bahkan, sejumlah warga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Dusun Kepaksen, Subarlan menyebutkan, bakteri Ecoli yang memicu diare tersebut diduga menyebar melalui empat sumber air dari lahan Perhutani. "Saat ini sumber air tersebut telah ditutup, karena dari hasil pemeriksaan diketahui kadar bakteri Ecoli dalam air mencapai 158, jauh melebih ambang batas aman sebesar 50," ungkapnya.
Baca juga: Serang Kampung Batutambung, Kelompok Pemuda Bersenjata Menyusup di Rombongan Pengantar Jenazah
Dia juga menyebutkan, menurut laporan dari kader kesehatan maupun dari bidan desa, kasus serangan diare terjadi sejak minggu lalu. Ada 15 balita yang awalnya terdeteksi terserang diare. Jumlah warga yang terserang diare terus bertambah, hingga mencapai 37 orang.
"Ada yang sekedar muntah-muntah. Ada yang sekedar diare. Ada juga yang menderita dua-duanya. Warga yang kondisinya parah, langsung dijemput dan dibawa ke Puskesmas. Satu balita terpaksa dirujuk ke PKU Gombong, untuk mendapatkan perawatan intensif," tegas Subarlan.
Baca juga: Tragis! Nenek 83 Tahun Tewas Tertabrak KA Ambarawa Ekspres
Salah satu korban serangan diare, Samsiyah mengatakan, sejak Jumat (12/5/2023) terus mengalami muntah dan diare. Bahkan, kondisi tubuhnya sampai lemas. "Akhirnya saya dibawa ke mantri kesehatan, dan langsung dirujuk ke PKU Sruweng," ungkapnya.
Setelah dirinya mengalami muntah-muntah dan diare, tidak berselang lama dua cucunya yang tinggal serumah dengannya juga mengalami diare dan muntah-muntah. "Setelah itu ada warga RT 1 juga mengalami diare. Kalau saya kondisinya sudah mulai membaik, setelah empat hari dirawat di PKU Sruweng," terang Samsiyah.
Baca juga: 7 Rekomendasi Obat Diare Dewasa Terbaik, Nomor 4 Tersedia dalam Bentuk Cair
Sumber air yang diduga tercemar bakteri Ecoli tersebut, menjadi pemasok utama kebutuhan air untuk konsumsi warga. Tak hanya orang dewasa, kasus diare ini juga menyerang 15 balita. Bahkan, sejumlah warga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kepala Dusun Kepaksen, Subarlan menyebutkan, bakteri Ecoli yang memicu diare tersebut diduga menyebar melalui empat sumber air dari lahan Perhutani. "Saat ini sumber air tersebut telah ditutup, karena dari hasil pemeriksaan diketahui kadar bakteri Ecoli dalam air mencapai 158, jauh melebih ambang batas aman sebesar 50," ungkapnya.
Baca juga: Serang Kampung Batutambung, Kelompok Pemuda Bersenjata Menyusup di Rombongan Pengantar Jenazah
Dia juga menyebutkan, menurut laporan dari kader kesehatan maupun dari bidan desa, kasus serangan diare terjadi sejak minggu lalu. Ada 15 balita yang awalnya terdeteksi terserang diare. Jumlah warga yang terserang diare terus bertambah, hingga mencapai 37 orang.
"Ada yang sekedar muntah-muntah. Ada yang sekedar diare. Ada juga yang menderita dua-duanya. Warga yang kondisinya parah, langsung dijemput dan dibawa ke Puskesmas. Satu balita terpaksa dirujuk ke PKU Gombong, untuk mendapatkan perawatan intensif," tegas Subarlan.
Baca juga: Tragis! Nenek 83 Tahun Tewas Tertabrak KA Ambarawa Ekspres
Salah satu korban serangan diare, Samsiyah mengatakan, sejak Jumat (12/5/2023) terus mengalami muntah dan diare. Bahkan, kondisi tubuhnya sampai lemas. "Akhirnya saya dibawa ke mantri kesehatan, dan langsung dirujuk ke PKU Sruweng," ungkapnya.
Setelah dirinya mengalami muntah-muntah dan diare, tidak berselang lama dua cucunya yang tinggal serumah dengannya juga mengalami diare dan muntah-muntah. "Setelah itu ada warga RT 1 juga mengalami diare. Kalau saya kondisinya sudah mulai membaik, setelah empat hari dirawat di PKU Sruweng," terang Samsiyah.
(eyt)
Lihat Juga :