Korban Kekerasan Ayah Tiri Harap Kasusnya Cepat Selesai, RPA Perindo: Agar Ada Kepastian Hukum
Jum'at, 12 Mei 2023 - 16:33 WIB
loading...
Bagian Hukum DPP Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo Kenzo Farel di Polres Bogor, Jumat (12/5/2023). Foto: MPI/Putra Ramadhani
A
A
A
BOGOR - Korban dugaan kekerasan ayah tiri di Cibinong, Kabupaten Bogor, berharap kasus ini tetap berjalan. Pasalnya, hingga saat ini pelaku belum ditangkap dan ditahan polisi .
Hal itu disampaikan oleh Bagian Hukum DPP Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo Kenzo Farel di Polres Bogor, Jumat (12/5/2023). Baca juga: Datangi Polres Bogor, RPA Perindo Pertanyakan Perkembangan Kasus Kekerasan Ayah Tiri di Cibinong
"Tetap ingin berlanjut karena yang melaporkan adalah anak korban, walaupun bilamana dari korban yang melaporkan kepada kami surat kuasanya adalah RPA Perindo dan perjanjian dari awal bahwa apa pun yang terjadi kasus ini tetap berjalan," kata Kenzo.
Namun, dia mengatakan, penyidik lamban dalam menangani kasus ini. Sebab, belum ada kepastian kapan terduga pelaku akan dipanggil atau diamankan.
"Saya pendampingan untuk keluarga korban, jadi kasus ini sudah berlarut lama sekali. Kami hampir 8-9 kali (datang), dan kami hari ini (menanyakan) untuk gimana kelanjutan kasusnya. Karena laporan terkahir bahwasanya ibu korban ini ingin damai, tapi anak korban diharapkan terus berjalan," terangnya.
Hal itu disampaikan oleh Bagian Hukum DPP Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo Kenzo Farel di Polres Bogor, Jumat (12/5/2023). Baca juga: Datangi Polres Bogor, RPA Perindo Pertanyakan Perkembangan Kasus Kekerasan Ayah Tiri di Cibinong
"Tetap ingin berlanjut karena yang melaporkan adalah anak korban, walaupun bilamana dari korban yang melaporkan kepada kami surat kuasanya adalah RPA Perindo dan perjanjian dari awal bahwa apa pun yang terjadi kasus ini tetap berjalan," kata Kenzo.
Namun, dia mengatakan, penyidik lamban dalam menangani kasus ini. Sebab, belum ada kepastian kapan terduga pelaku akan dipanggil atau diamankan.
"Saya pendampingan untuk keluarga korban, jadi kasus ini sudah berlarut lama sekali. Kami hampir 8-9 kali (datang), dan kami hari ini (menanyakan) untuk gimana kelanjutan kasusnya. Karena laporan terkahir bahwasanya ibu korban ini ingin damai, tapi anak korban diharapkan terus berjalan," terangnya.
Lihat Juga :