Sejarah Selokan Mataram: Dibangun untuk Menyelamatkan Rakyat dari Romusha Jepang

Rabu, 03 Mei 2023 - 16:57 WIB
loading...
Sejarah Selokan Mataram:...
Selokan Mataram mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Selokan Mataram mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Padahal, dulunya saluran air tersebut dibangun untuk menyelamatkan rakyat dari kerja paksa yang dilakukan penjajah Jepang.

Dalam sejarah bangsa, Jepang pernah menduduki dan menjajah Indonesia setelah sekutu menyerah. Perlahan, mereka mulai mendatangi dan menguasai wilayah di Tanah Air dengan tujuan untuk dimanfaatkan, tak terkecuali daerah Yogyakarta.

Saat itu, Yogyakarta tengah dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Bersiap menghadapi kedatangan Jepang, Sultan telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan membangun sebuah selokan.

Baca juga: Selokan Mataram, Bukti Kehebatan Diplomasi Sultan HB IX Selamatkan Rakyat dari Kerja Paksa

Sejarah Selokan Mataram

Salah satu bentuk penjajahan Jepang adalah dengan kerja paksa yang biasa dikenal sebagai Romusha. Mengingat kejinya sistem tersebut, Sri Sultan memiliki sebuah strategi untuk mencegah rakyatnya menjadi korban Romusha.

Mengutip laman Dinas Kebudayaan DIY, Rabu (3/5/2023), Sultan mengusulkan untuk mengerahkan rakyatnya guna membangun sebuah selokan. Adapun proyek tersebut menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak yang kemudian disebut sebagai selokan Mataram.

Selokan ini memiliki panjang sekitar 31,2 kilometer dengan pusatnya yang berada di desa Bligo dan karang talun. Saat itu, kehadiran saluran irigasi diperlukan untuk menyuburkan wilayah Yogyakarta yang kekeringan.

Baca juga: Selokan Mataram Ditutup untuk Perbaikan Drainase Ambles, Ancam 11 Ha Lahan Pertanian

Namun, usulan tersebut sejatinya dilakukan Sultan Hamengkubuwono IX agar rakyatnya terhindar dari Romusha. Pada akhirnya, Jepang pun menyetujui proyek selokan itu.

Jepang sendiri memberikan nama saluran tersebut sebagai kanal Yoshihiro. Penamaannya mengacu pada nama jenderal perang Nippon yang bernama Shimazu Yoshihiro.

Strategi Sri Sultan Hamengkubuwono IX tersebut telah menghindarkan rakyatnya dari Romusha. Tak hanya itu, manfaat dari proyek tersebut juga terus dirasakan warga sekitarnya sampai sekarang.

Seiring waktu, selokan Mataram tidak hanya digunakan sebagai saluran irigasi saja. Dalam hal ini, pemanfaatannya juga dilakukan untuk pengairan kolam ikan, PLTA, hingga tempat wisata sekalipun.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Penyebab Jalan Raya...
Penyebab Jalan Raya Lenteng Agung Arah Depok Ambles, Saluran Air Keropos
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Gelar Dapur Rakyat Ramadan,...
Gelar Dapur Rakyat Ramadan, Baznas Bazis Jakarta Sajikan 10.000 Porsi Makanan
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Rekomendasi
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Bhima Bagaskara Umumkan...
Bhima Bagaskara Umumkan Keluar dari Coldiac, Ini Alasannya
Mewahnya Pernikahan...
Mewahnya Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Ada Penampilan Spesial Paul McCartney
Berita Terkini
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
KM Makmur Jaya Mati...
KM Makmur Jaya Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Ngaku Tentara saat Ditegur...
Ngaku Tentara saat Ditegur di Trotoar Depok, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved