Jenderal Dudung Geram Pembangunan Asrama Yonif Mekanis 516/CY Mengecewakan
Rabu, 03 Mei 2023 - 14:32 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman meninjau pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY di Desa Wedoroanom, Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, Selasa (2/5/2023). Foto/Ist
A
A
A
GRESIK - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meninjau pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, Selasa (2/5/2023).
Jenderal Dudung ingin mengetahui secara langsung rumah yang kini dihuni sekitar 50 kepala keluarga dari 89 unit tersebut. Sebab pembangunan asrama tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit.
Baca juga: Jenderal Dudung Tembakkan Roket Astros, Sasaran Berhasil Dihancurkan
Dalam penilaiannya, Jenderal Dudung merasa kecewa dan secara terang-terangan menyoroti mutu dan kualitas di lapangan.
Mutu pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dijanjikan.
Oleh karena itu, Jenderal Dudung mendesak keras agar rekanan penerima pekerjaan tersebut segera dievaluasi kembali. Terutama supaya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah diterima atau dijanjikan.
"Bagaimana bisa nyaman tinggal di sini kalau di dalamnya panas, pengap karena tidak ada ventilasi. Kasihan prajurit yang sudah kepanasan di hutan, tapi sampai di rumah masih kepanasan juga," kata Jenderal Dudung.
Jenderal Dudung ingin mengetahui secara langsung rumah yang kini dihuni sekitar 50 kepala keluarga dari 89 unit tersebut. Sebab pembangunan asrama tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit.
Baca juga: Jenderal Dudung Tembakkan Roket Astros, Sasaran Berhasil Dihancurkan
Dalam penilaiannya, Jenderal Dudung merasa kecewa dan secara terang-terangan menyoroti mutu dan kualitas di lapangan.
Mutu pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dijanjikan.
Oleh karena itu, Jenderal Dudung mendesak keras agar rekanan penerima pekerjaan tersebut segera dievaluasi kembali. Terutama supaya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah diterima atau dijanjikan.
"Bagaimana bisa nyaman tinggal di sini kalau di dalamnya panas, pengap karena tidak ada ventilasi. Kasihan prajurit yang sudah kepanasan di hutan, tapi sampai di rumah masih kepanasan juga," kata Jenderal Dudung.
Lihat Juga :