Inafis-RS Polri Akan Cocokkan Data Pelaku Penembakan Kantor MUI
Rabu, 03 Mei 2023 - 01:38 WIB
loading...
Jenazah pelaku penembakan di Kantor Pusat MUI, Jakarta Pusat, tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian akan melakukan pencocokan data tim kedokteran forensik RS Polri Kramat Jati dengan Inafis Polri terkait Mustopa NR pelaku penembakan Kantor MUI , Menteng, Jakarta Pusat. Saat ini tim kedokteran tengah melakukan pemeriksaan visum jenazah pelaku.
"Dari Inafis Polri tentunya mencocokkan identitas dari pelaku apakah sesuai dengan KTP. Nanti kita gabungkan semua hasil pemeriksaan baik dari Inafis maupun dari kedokteran forensik," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Hariyanto pada wartawan, Selasa (2/5/2023).
Menurutnya, pihaknya menerima jenazah Mustopa NR pada Selasa (2/5/2023) sore, berdasarkan data diketahui usianya 60 tahun dan berasal dari Lampung.
Baca: Berasal dari Lampung, Pelaku Penembakan di Kantor MUI Mengaku Nabi
Selain itu tim kedokteran telah menerima permintaan tertulis dari penyidik untuk melaksanakan pemeriksaan jenazah sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan visum.
"Inikan baru kita periksa, wujud luar bagus tanpa kekerasan yang menimbulkan perlukaan di luar. Kita lihat nanti untuk uji lab. Ada uji yang lain, nanti kita cocokkan dahulu dengan hasil dari pemeriksaan autopsi," ujarnya.
"Dari Inafis Polri tentunya mencocokkan identitas dari pelaku apakah sesuai dengan KTP. Nanti kita gabungkan semua hasil pemeriksaan baik dari Inafis maupun dari kedokteran forensik," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Hariyanto pada wartawan, Selasa (2/5/2023).
Menurutnya, pihaknya menerima jenazah Mustopa NR pada Selasa (2/5/2023) sore, berdasarkan data diketahui usianya 60 tahun dan berasal dari Lampung.
Baca: Berasal dari Lampung, Pelaku Penembakan di Kantor MUI Mengaku Nabi
Selain itu tim kedokteran telah menerima permintaan tertulis dari penyidik untuk melaksanakan pemeriksaan jenazah sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan visum.
"Inikan baru kita periksa, wujud luar bagus tanpa kekerasan yang menimbulkan perlukaan di luar. Kita lihat nanti untuk uji lab. Ada uji yang lain, nanti kita cocokkan dahulu dengan hasil dari pemeriksaan autopsi," ujarnya.
Lihat Juga :