Hiburan Malam Ditutup, Pemandu Lagu Ini Terpaksa Jual Harta Benda untuk Makan
Selasa, 21 Juli 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Pekerjaan sebagai LC, menurut Bule adalah hal yang paling mudah karena tidak banyak membutuhkan keterampilan. Bermodal paras halus dan bodi aduhai adalah nilai lebih seorang pemandu lagu di tempat karaoke di ibu kota dan kota-kota lain pada umumnya.
"Saya sudah kerja di tempat hiburan malam itu sejak 2011, sekarang enggak punya pekerjaan alias ngangur enggak ada pemasukan," katanya.
Apalagi Bule seorang janda dan terpaksa mencari nafkah di dunia hiburan malam untuk membiayai kebutuhan hidup anak dan keluarganya di kampung. Bule yang berasal dari Padang, Sumatera Barat merantau ke Jakarta hanya berbekal rasa percaya diri karena diberkahi penampilan fisik menawan.
Harapan Bule ikut dalam demonstrasi, tempat hiburan malam diizinkan buka kembali. Apalagi dia sudah bekerja selama sembilan tahun di tempat hiburan malam, dirinya masih memiliki harga diri dan enggan untuk menjual dirinya kepada laki-laki hidung belang yang hanya menginginkan kenikmatan sesaat.
"Tolong dibuka Pak Gubernur tempat hiburannya biar kita bisa bekerja lagi. Kita butuh makan pak," ucapnya. (Baca juga; Demo di Balai Kota, Pengusaha Hiburan: Pelanggaran Bukan Semata Salah Kami )
"Saya sudah kerja di tempat hiburan malam itu sejak 2011, sekarang enggak punya pekerjaan alias ngangur enggak ada pemasukan," katanya.
Apalagi Bule seorang janda dan terpaksa mencari nafkah di dunia hiburan malam untuk membiayai kebutuhan hidup anak dan keluarganya di kampung. Bule yang berasal dari Padang, Sumatera Barat merantau ke Jakarta hanya berbekal rasa percaya diri karena diberkahi penampilan fisik menawan.
Harapan Bule ikut dalam demonstrasi, tempat hiburan malam diizinkan buka kembali. Apalagi dia sudah bekerja selama sembilan tahun di tempat hiburan malam, dirinya masih memiliki harga diri dan enggan untuk menjual dirinya kepada laki-laki hidung belang yang hanya menginginkan kenikmatan sesaat.
"Tolong dibuka Pak Gubernur tempat hiburannya biar kita bisa bekerja lagi. Kita butuh makan pak," ucapnya. (Baca juga; Demo di Balai Kota, Pengusaha Hiburan: Pelanggaran Bukan Semata Salah Kami )
(wib)
Lihat Juga :