Polisi Duga Modus Perampok Cekoki Sopir Taksi Online Tak Hanya Terjadi di Jakarta
Jum'at, 14 April 2023 - 09:09 WIB
loading...
Polisi menduga pelaku perampokan cekoki sopir taksi online dengan kecubung tidak hanya dilakukan di Jakarta. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Polisi menduga pelaku perampokan dengan modus mencekoki korbannya dengan kecubung tidak hanya dilakukan di Jakarta.Sebelumnya, seorang sopir taksi online Suprapto (46), dicekoki kecubung hingga mabuk dan tewas tertabrak kendaraan lain di Jalan Tol Jagorawi.
“Karena memang setelah kita melakukan penyelidikan kemungkinan besar ada beberapa TKP, bukan hanya TKP ini saja,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully kepada wartawan, Jumat (14/4/2023). Baca juga: Sopir Taksi Online Tewas Tertabrak Usai Dirampok di Tol Jagorawi
Titus mengatakan, dugaan itu berasal dari pemeriksaan rekaman hingga pemeriksaan saksi-saksi yang berhubungan dengan adanya kasus tersebut.
“CCTV yang sudah kami periksa ada beberapa, sudah ada beberapa CCTV yang mengidentifikasi pelaku. Untuk saksi sudah kami periksa beberapa juga,” ujarnya.
Dikatakan Titus, pihaknya juga menduga pelaku lebih dari satu orang. Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan sementara hal ini masih dapat terus berkembang.
“Dugaan awal pelaku kemungkinan ada satu atau dua orang. Tapi nanti akan berkembang ya,” tuturnya.
“Karena memang setelah kita melakukan penyelidikan kemungkinan besar ada beberapa TKP, bukan hanya TKP ini saja,” kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully kepada wartawan, Jumat (14/4/2023). Baca juga: Sopir Taksi Online Tewas Tertabrak Usai Dirampok di Tol Jagorawi
Titus mengatakan, dugaan itu berasal dari pemeriksaan rekaman hingga pemeriksaan saksi-saksi yang berhubungan dengan adanya kasus tersebut.
“CCTV yang sudah kami periksa ada beberapa, sudah ada beberapa CCTV yang mengidentifikasi pelaku. Untuk saksi sudah kami periksa beberapa juga,” ujarnya.
Dikatakan Titus, pihaknya juga menduga pelaku lebih dari satu orang. Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil penyelidikan sementara hal ini masih dapat terus berkembang.
“Dugaan awal pelaku kemungkinan ada satu atau dua orang. Tapi nanti akan berkembang ya,” tuturnya.
Lihat Juga :