Genjot Tes Massal COVID, Jateng Tingkatkan Kapasitas Tes 4.991 Perhari
Senin, 20 Juli 2020 - 14:47 WIB
loading...
Pemprov Jawa Tengah, terus menggenjot kapasitas tes massal COVID-19. FOTO Ilustrasi : DOK SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah , terus menggenjot kapasitas tes massal COVID-19. Bahkan saat ini, Pemprov Jateng meningkatkan kapasitas tes di Jateng, dari 2.000 menjadi 4.991 tes perhari.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin rapat percepatan penanganan COVID-19 di gedung B lantai 5 kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (20/7/2020). Dalam rapat tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng dan jajaran Forkompimda lainnya.
"Rapat ini untuk evaluasi rutin kami. Karena pusat memerintahkan tes massal diperbanyak, maka kami meningkatkan target tes sebanyak 4.991 perhari. Makanya hari ini saya kumpulkan untuk membicarakan kapasitas lab serta pemenuhan kebutuhan lainnya," kata Ganjar.
Rencananya , peningkatan tes massal itu akan mulai dilakukan pada Rabu pekan ini. Untuk daerah yang menjadi prioritas adalah Semarang Raya dan Solo Raya.
"Kenapa daerah itu yang jadi prioritas, karena masukan dari tim ahli kami terkait peningkatan kasus di daerah-daerah itu yang cukup tinggi. Selain itu, tentu potensi Pantura yang cukup bahaya juga menjadi perhatian," imbuhnya.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin rapat percepatan penanganan COVID-19 di gedung B lantai 5 kompleks kantor Gubernur Jateng, Senin (20/7/2020). Dalam rapat tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng dan jajaran Forkompimda lainnya.
"Rapat ini untuk evaluasi rutin kami. Karena pusat memerintahkan tes massal diperbanyak, maka kami meningkatkan target tes sebanyak 4.991 perhari. Makanya hari ini saya kumpulkan untuk membicarakan kapasitas lab serta pemenuhan kebutuhan lainnya," kata Ganjar.
Rencananya , peningkatan tes massal itu akan mulai dilakukan pada Rabu pekan ini. Untuk daerah yang menjadi prioritas adalah Semarang Raya dan Solo Raya.
"Kenapa daerah itu yang jadi prioritas, karena masukan dari tim ahli kami terkait peningkatan kasus di daerah-daerah itu yang cukup tinggi. Selain itu, tentu potensi Pantura yang cukup bahaya juga menjadi perhatian," imbuhnya.
Lihat Juga :