Polisi Kantongi Rekaman CCTV Terkait Kecelakaan Pelajar hingga Tewas di Ragunan
Rabu, 05 April 2023 - 13:07 WIB
loading...
Kecelakaan pemotor yang ditumpangi oleh dua pelajar, satu di antaranya meninggal dunia akibat ditabrak mobil anak pejabat Polri berinisial MM. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Polisi sudah mendapatkan rekaman CCTV terkait dengan kasus kecelakaan yang melibatkan anak pejabat Polri berinisial MM (18) dengan dua pelajar di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kecelakaan mengakibatkan salah seorang di antaranya meninggal dunia.
“Penyidik sudah memegang rekaman tersebut pada konteks peristiwa waktu kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Rabu (5/4/2023). Baca juga: Kasus Kecelakaan Maut Anak Pejabat Polda NTB di Ragunan Naik Penyidikan
“Sehingga Polda Metro Jaya tetap konsisten dan komitmen selain dari pada proses pengambilan keterangan secara verbal atau pemeriksaan para saksi-saksi, juga akan dilakukan secara saintifik,” sambungnya.
Rekaman CCTV di berbagai titik terkait kasus tersebut merupakan permintaan dari keluarga korban yang dianggap ditutup-tutupi. Trunoyudo menjelaskan, rekaman CCTV di berbagai titik membutuhkan proses yang agak lama untuk mendapatkannya karena adanya proses surat-menyurat ke sejumlah pihak.
“Di situ ada beberapa titik dan ada pengelolanya CCTV tersebut, maka diperlukannya waktu bagi penyelidik untuk meminta atau surat-menyurat terkait dengan syarat formil untuk meminta rekaman CCTV tersebut, maka yang disampaikan apakah belum lengkap. Karena memang proses surat-menyuratnya ini masih berjalan pada proses penyelidikan. Di situ ada pengelolanya dari Dishub, dari Korlantas dan dua lagi dari PT DAS,” paparnya.
Nantinya, kata dia, rekaman CCTV yang sudah didapatkan akan diproses secara digital forensik sebagai alat bukti dalam kasus kecelakaan tersebut. “Adanya bukti CCTV ini tentu akan dilakukan secara digital forensik sebagai alat bukti,” jelasnya.
“Penyidik sudah memegang rekaman tersebut pada konteks peristiwa waktu kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Rabu (5/4/2023). Baca juga: Kasus Kecelakaan Maut Anak Pejabat Polda NTB di Ragunan Naik Penyidikan
“Sehingga Polda Metro Jaya tetap konsisten dan komitmen selain dari pada proses pengambilan keterangan secara verbal atau pemeriksaan para saksi-saksi, juga akan dilakukan secara saintifik,” sambungnya.
Rekaman CCTV di berbagai titik terkait kasus tersebut merupakan permintaan dari keluarga korban yang dianggap ditutup-tutupi. Trunoyudo menjelaskan, rekaman CCTV di berbagai titik membutuhkan proses yang agak lama untuk mendapatkannya karena adanya proses surat-menyurat ke sejumlah pihak.
“Di situ ada beberapa titik dan ada pengelolanya CCTV tersebut, maka diperlukannya waktu bagi penyelidik untuk meminta atau surat-menyurat terkait dengan syarat formil untuk meminta rekaman CCTV tersebut, maka yang disampaikan apakah belum lengkap. Karena memang proses surat-menyuratnya ini masih berjalan pada proses penyelidikan. Di situ ada pengelolanya dari Dishub, dari Korlantas dan dua lagi dari PT DAS,” paparnya.
Nantinya, kata dia, rekaman CCTV yang sudah didapatkan akan diproses secara digital forensik sebagai alat bukti dalam kasus kecelakaan tersebut. “Adanya bukti CCTV ini tentu akan dilakukan secara digital forensik sebagai alat bukti,” jelasnya.
Lihat Juga :