Talaud Ekspor 6 Ton Serat Abaka ke Jepang, Jadi Bahan Baku Uang Kertas

Minggu, 19 Juli 2020 - 20:15 WIB
loading...
Talaud Ekspor 6 Ton...
Enam ton serat pisang Abaka (Musa Textilis) asal pulau terluar utara Tanah Air, Talaud, Sulut menembus pasar ekspor di Negeri Sakura, Jepang. Foto/Istimewa
A A A
MANADO - Untuk pertama kali, sebanyak 6 ton serat pisang Abaka (Musa Textilis) asal pulau terluar utara Tanah Air, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), dapat menembus pasar ekspor ke Negeri Sakura, Jepang.

Melalui pintu Pelabuhan Bitung, Sulut, komoditas ekspor senilai ekonomi Rp194 juta ini diberangkatkan ke Jakarta sebelum lanjut berlayar ke Jepang. (BACA JUGA: Awas! Hingga 7 Hari ke Depan, Wilayah Sulut Berpotensi Banjir )

"Setelah pekan lalu kopra putih (diekspor) ke India, sekarang serat pisang Abaka dari batas negeri, bakal menambah deret komoditas ekspor pertanian unggulan dari Sulut," kata Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan Saragih melalui keterangan tertulis, Minggu (19/7/2020). (BACA JUGA: Siloam Hospitals Paal Dua Manado Fokus Tangani Pasien COVID-19 )

Donni mengemukakan, melalui wilayah kerja di Tahuna, telah melakukan serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memastikan komoditas ekspor ini sehat dan aman. Phytosanitary Certificate (PC) diterbitkan untuk penuhi persyatatan ekspor negara Jepang. (BACA JUGA: Pastikan Tak Terpapar Corona, 72 Anggota Basarnas Manado Ikuti Rapid Test )

Sebagai informasi, guna mendorong ekspor, melalui wilayah kerja di Tahuna, pihaknya membuka layanan klinik layanan ekspor. Di sini menyediakan akses informasi dari peta aplikasi komoditas ekspor atau IMACE terkait sentra, negara tujuan serta konsultasi bagi pelaku agribisnis.

Tidak hanya itu, Donni juga menyiapkan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan teknis Sanitary dan Phytosanitary (SPS Measure) sesuai dengan aturan negara tujuan.

Dalam waktu dekat, Donni akan bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait dan para pelaku usaha untuk mendorong membangun sentra pertanian komoditas ini, mengingat sudah banyak petani di Talaud yang membudidayakannya.

"Dengan jumlah produksi serat abaka yang semakn meningkat, kita dorong agar bisa memenuhi pasar global dalam jumlah besar sehingga bisa kita jajagi untuk lakukan ekspor langsung dari Sulut. Agar makin meningkat daya saingnya," ujar dia.

"Ini adalah cara kami memacu ekspor, selain mendorong tumbuhnya kawasan pertanian berkearifan lokal berorientasi ekspor juga mendorong tumbuhnya ragam dan pelaku agrobisnis baru," tutur Donni.

Pemilik komoditas PT MNP Indonesia menyebutkan mutu serat pisang Abaka asal Talaud tidak kalah dari Filipina yang merupakan pemasok terbesar ke Jepang.

Serat pisang Abaka merupakan bahan baku mata uang Dollar Amerika Serikat dan Yen Jepang. Dengan bantuan fasilitasi dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan ke depan pasar ekspor yang telah terbuka ini dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengapresiasi tumbuhnya ragam baru asal subsektor hortikultura yang berhasil diekspor asal Sulut.

"Ini adalah bagian dari Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks yang digencarkan oleh jajaran Karantina Pertanian di 506 titik, termasuk di batas negeri," kata Jamil.

Dia mengemukakan, Barantan melakukan fasilitasi ekspor produk pertanian baik selaku otoritas karantina pertanian dan juga memberikan akses informasi melalui sistem layanan perkarantinaan.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) diberbagai kesempatan yang menyebutkan ekspor pertanian bukan hanya soal jumlah namun adalah juga 'pride' atau kebanggaan bagi bangsa. Untuk itu, pengelolaan dan sinergisitas menjadi langkah penting.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Gempa M5,8 Guncang Bitung...
Gempa M5,8 Guncang Bitung Sulawesi Utara Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
BPDP Gelar Workshop...
BPDP Gelar Workshop Roemah Kreasi-Nyokelat di Roemah, Dorong UMKM Kakao Naik Kelas
Gudang Motor Ilegal...
Gudang Motor Ilegal di Jaksel Sudah Ekspor 99 Ribu Unit, Potensi Kerugian Negara Rp177 Miliar
PLN Icon Plus Dukung...
PLN Icon Plus Dukung Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Rekomendasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved