Sulap Gedung Juang Jadi Museum, Bekasi Anggarkan Rp38 Miliar
Minggu, 19 Juli 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Penataan Gedung Juang Tambun sudah mulai paling lambat bulan Agustus mendatang. Sebab, penataan gedung ini bisa menjadi menjadi kado untuk Kabupaten Bekasi yang berulang tahun di usia 70 pada 15 Agustus mendatang.”Harapan saya cepat selesai dan sudah bisa dinikmati masyarakat Bekasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi, Damin Sada mengatakan, Gedung Juang merupakan peninggalan sejarah yang harus dijaga. Jadi semua warga Bekasi yang ingin tahu sejarah Bekasi bisa datang ke gedung bersejarah ini.”Kita tetap melestarikan sejarah, kebudayaan dan kesenian Bekasi, dan gedung ini jadi wisata sejarah,” katanya.
Menurut Damin, Gedung Juang merupakan salah satu dari sedikit bangunan bersejarah di Kabupaten Bekasi. Gedung Juang yang berdiri sejak 1906 telah beberapa kali berubah fungsi. Sempat menjadi gedung pemerintahan Belanda, kemudian dikuasai Jepang hingga berhasil direbut oleh rakyat Bekasi.
Perjuangan merebut itu yang membuat gedung beraksitektur neo klasik ini dinamakan Gedung Juang. Kendati demikian, Damin berharap pemerintah tidak meleset dalam menata gedung juang tersebut.”Karena sudah lama wacanan, jadi kami meminta benar–benar serius menata gedung ini. Karena ini pusat sejarah Bekasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi, Damin Sada mengatakan, Gedung Juang merupakan peninggalan sejarah yang harus dijaga. Jadi semua warga Bekasi yang ingin tahu sejarah Bekasi bisa datang ke gedung bersejarah ini.”Kita tetap melestarikan sejarah, kebudayaan dan kesenian Bekasi, dan gedung ini jadi wisata sejarah,” katanya.
Menurut Damin, Gedung Juang merupakan salah satu dari sedikit bangunan bersejarah di Kabupaten Bekasi. Gedung Juang yang berdiri sejak 1906 telah beberapa kali berubah fungsi. Sempat menjadi gedung pemerintahan Belanda, kemudian dikuasai Jepang hingga berhasil direbut oleh rakyat Bekasi.
Perjuangan merebut itu yang membuat gedung beraksitektur neo klasik ini dinamakan Gedung Juang. Kendati demikian, Damin berharap pemerintah tidak meleset dalam menata gedung juang tersebut.”Karena sudah lama wacanan, jadi kami meminta benar–benar serius menata gedung ini. Karena ini pusat sejarah Bekasi,” tegasnya.
(hab)
Lihat Juga :