Perkuat Sejarah Islam, Rembang Bangun Museum Santri Nusantara
Minggu, 19 Juli 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Abdullah Hamid mengatakan, bentuk Museum Santri Nusantara menggabungkan antara bangunan rumah gadang, khas Sumatera Barat, dengan rumah adat Jawa. Hal itu terinspirasi oleh tokoh ulama Lasem, Kiai Ma’shum yang merupakan keturunan Sultan Minangkabau, dan Kiai Baidhlowi, keturunan ningrat Jawa.
“Kami padukan rumah gadang dan rumah joglo. Bahkan untuk mengetahui lebih detail rumah gadang, kami sempat langsung berkunjung ke Sumatera Barat,“ kata dia.
Keberadaan museum itu diharapkan bisa melestarikan peninggalan sejarah Islam di wilayah Lasem dan sekitarnya. Tapi dia berharap pihak-pihak terkait ikut membantu, karena bagaimanapun pengelolaan museum tidak hanya fisik bangunan, tetapi juga perlu pengisian barang, promosi dan edukasi.
“Kami akui pembangunan fisik relatif mudah ya, tapi yang sulit kan mengisi dan merawatnya. Semua ini butuh dukungan moril masyarakat dan pemerintah,“ kata Abdullah.
Menurut dia, untuk mewujudkan museum yang ideal, ditaksir membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar. “Doakan prosesnya lancar, semoga tahun ini bisa selesai,“ pungkas dia.
“Kami padukan rumah gadang dan rumah joglo. Bahkan untuk mengetahui lebih detail rumah gadang, kami sempat langsung berkunjung ke Sumatera Barat,“ kata dia.
Keberadaan museum itu diharapkan bisa melestarikan peninggalan sejarah Islam di wilayah Lasem dan sekitarnya. Tapi dia berharap pihak-pihak terkait ikut membantu, karena bagaimanapun pengelolaan museum tidak hanya fisik bangunan, tetapi juga perlu pengisian barang, promosi dan edukasi.
“Kami akui pembangunan fisik relatif mudah ya, tapi yang sulit kan mengisi dan merawatnya. Semua ini butuh dukungan moril masyarakat dan pemerintah,“ kata Abdullah.
Menurut dia, untuk mewujudkan museum yang ideal, ditaksir membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar. “Doakan prosesnya lancar, semoga tahun ini bisa selesai,“ pungkas dia.
(nth)