Jangan Pilih Cabup Cawabup yang Ingin Ubah Pancasila
Sabtu, 18 Juli 2020 - 23:35 WIB
loading...
Ketua DPD Partai Golkar Bantul, Paidi menyerahkan surat rekomendasi dari DPP Golkar ke pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto). FOTO : SINDOnews/Ainun Najib
A
A
A
BANTUL - Semua yang hadir di Grha GPC Imogiri, Bantul , Sabtu (18/7/2020) siang berwajah cerah. Begitu pula pasangan bakol calon Bupati dan wakil Bupati Bantul, Suharsono-Totok Sudarto (Noto). Keduanya selalu tersenyum lebar. Grha GPC adalah markas pemenangan milik Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman yang juga anggota DPR RI.
Siang itu secara resmi Partai Golkar memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Noto untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul mendatang.
Secara simbolis surat rekomendasi tersebut diberikan berturut-turut dari Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung kepada Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman kemudian diserahkan kepada Ketua DPD Bantul Paidi yang selanjutnya menyerahkan kepada pasangan Suharsono- Totok Sudarto.
“Alhamdulilah rekom sudah turun. Bismillahirrahmanirrahim malang-malang putung, rawe rawe rantas. Bismillah Allahuakbar. Mudah-mudahan kita menang,” terang Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman saat memberikan sambutan di hadapan ratusan kader Golkar yang memadati Pendapa Grha GPC.
Menurut tokoh senior Golkar ini, memilih bupati dan wakil bupati harus kepada sosok yang jelas arane dan parane. Harus jelas asal usul dan tujuannya. Bukan memilih calon yang terkenal secara dadakan. Apalagi calon bupati atau wakil bupati yang berusaha mengubah Pancasila. Berusaha memeras-meras Pancasila.
Siang itu secara resmi Partai Golkar memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Noto untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul mendatang.
Secara simbolis surat rekomendasi tersebut diberikan berturut-turut dari Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung kepada Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman kemudian diserahkan kepada Ketua DPD Bantul Paidi yang selanjutnya menyerahkan kepada pasangan Suharsono- Totok Sudarto.
“Alhamdulilah rekom sudah turun. Bismillahirrahmanirrahim malang-malang putung, rawe rawe rantas. Bismillah Allahuakbar. Mudah-mudahan kita menang,” terang Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman saat memberikan sambutan di hadapan ratusan kader Golkar yang memadati Pendapa Grha GPC.
Menurut tokoh senior Golkar ini, memilih bupati dan wakil bupati harus kepada sosok yang jelas arane dan parane. Harus jelas asal usul dan tujuannya. Bukan memilih calon yang terkenal secara dadakan. Apalagi calon bupati atau wakil bupati yang berusaha mengubah Pancasila. Berusaha memeras-meras Pancasila.
Lihat Juga :