Karomah Syekh Abadurahman Assyaibani, Penyebar Islam di Jawa yang Bisa Berkomunikasi dengan Jin

Jum'at, 24 Maret 2023 - 05:29 WIB
loading...
Karomah Syekh Abadurahman...
Meski namanya kurang begitu dikenal oleh masyarakat awam, Syekh Abdurrahman Assyaibani ternyata merupakan salah satu penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, khususnya di Lumajang. (Ist)
A A A
Meski namanya kurang begitu dikenal oleh masyarakat awam, Syekh Abdurrahman Assyaibani ternyata merupakan salah satu penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, khususnya di Lumajang, Jawa Timur. Beliau berasal dari Persia.

Kakeknya Syekh Abdurrahman Assyaibani adalah Qutub Syekh Syaiban Al Iraqi Al Bagdadi, sepupu Imam Ahmad Bin Hambal Assyaibani. Dia pernah menuntut ilmu agama di Mekkah, hafal Alquran dan hadist dan telah melaksanakan ibadah haji sebanyak 28 kali. Pada usia 30 tahun hijrah ke Yaman.

Kemudian oleh raja pertama dari Kesultanan Turki Usmani, Amir Ghazi, yang memerintah pada tahun 1230-1281, dia diperintahkan menyebarkan ajaran Islam ke wilayah timur atau Nusantara. Kemudian dia sampai di Aceh dan menikah dengan Cut Nazilah dan Sheikhoh Aisyah Binti Muhammad Al Marbawi.

Setelah itu dia mulai menyebarkan agama Islam dari Aceh sampai Ternate, dengan cara memberi contoh tentang kebaikan sehingga banyak kalangan pejabat atau adipati waktu itu yang memeluk agama Islam. Dalam pengembaraanya di wilayah nusantara dia juga mempunyai istri Signorita Miguela dari Portugis.

Kemudian pada sekitar tahun 1250 M Syekh Abdurrahman Assyaibani sampai di Kerajaan Lumajang dan mulai menyebarkan Islam. Di daerah ini kemudian dia menikahi Roro Wulandari Bibi dari Minak Koncar Lumajang.

Di Lumajang inilah dia banyak berinteraksi sehingga banyak masyarakat di sana memeluk agama Islam. Saat di Lumajang inilah banyak karomah dari Syekh Abdurrahman Assyaibani diantaranya adalah bisa berbicara semua bahasa, termasuk bahasa jin dan hewan.

Konon menurut warga sekitara petilasan Syekh Abdurrahman Assyaibani segala yang dinginkannya pasti terkabul, karena karomahnya Syekh Abdurrahman Assyaibani juga diyakini memiliki karomah bisa mencapai tempat yang jauh dalam hitungan detik.

Syekh Abdurrahman Assyaibani juga menjadi penasihat penguasa Lumajang ketika itu Raden Arya Wiraraja. Arya Wiraraja sebelumnya adalah Adipati Sumenep yang merupakan salah satu tokoh yang membantu Raden Wijaya mendirikan Majapahit sehingga diberikan kekuasaan di daerah sekitar Lumajang, Probolinggo hingga ke timur sampai Banyuwangi dengan nama Lamajang Tigang Juru.

Bahkan makam Arya Wiraraja dan sejumlah senopati Kerajaan Lumajang berdekatan dengan makam Syekh Abdurrahman Assyaibani. Sehingga konon sebagian warga di sekitar makam Arya Wiraraja menyakini jika mantan Adipati Sumenep ini telah memeluk Agama Islam di akhir hayatnya dengan bimbingan langsung dari Syekh Abdurrahman Assyaibani.

Dua murid Syekh Abdurrohman Assyaibani yang terkenal adalah Syekh Abdullah dari Lumajang dan Syekh Muhammad Anas dari Demak. Perjuangannya menyebarkan agama Islam memberi pencerahan mengatasi kegelapan dan kemusyrikan masyarakat.

Dengan keramatnya semua manusia dan hewan tunduk menuruti ajakannya dengan senang hati. Fatwa-fatwa Syekh Abdurrahman Assyaibani di antaranya Allah itu maha segalanya; taqwa itu salat; tasbih dan puasa.

Baca: Kisah Kecantikan Ratu Malang yang Bikin Amangkurat I Hukum Mati 43 Selir dan Dayang.

Selain itu Islam itu damai seluruh dunia; Ilmu itu supaya bertambah, harus diamalkan; makan itu untuk hidup, kalau tidak terpaksa tidak makan, hukum dan pemerintah itu apa kata rakyat.

Setelah wafat Syekh konon Abdurrahman Assyaibani dimakamkan di Dusun Biting (Benteng), Desa Kutorenon, Kecamatan Sukadana, Lumajang.Perjuangan dakwah Islam Syekh Abdurrahman Assyaibani kemudian dilanjutkan oleh Wali Songo.

Sumber:

wikipedia
alaviyatayeb.wordpress
degreenbow.blogspot
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Rakyat Nusantara Memeluk...
Rakyat Nusantara Memeluk Islam bukan Disebabkan Keyakinan?
Azyumardi Azra: Para...
Azyumardi Azra: Para Sufi Pengembara Sukses Mengislamkan Penduduk Nusantara
Saat Islamisasi di Samudera...
Saat Islamisasi di Samudera Pasai, Gujarat Masih Hindu
Rekomendasi
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Berita Terkini
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved