Kisruh Lahan Masjid di Koja Ingin Diambil Lagi Pemberi Wakaf, Begini Duduk Persoalannya

Jum'at, 17 Maret 2023 - 17:25 WIB
loading...
Kisruh Lahan Masjid...
Kisruh lahan Masjid Jami Nurul Islam Koja, Jakarta Utara, kian memanas. Pemilik awal hendak mengambil kembali hak atas tanah yang sudah diwakafkannya tersebut. Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Kisruh lahan Masjid Jami Nurul Islam di Jalan Cipeucang Dua, Koja, Jakarta Utara, semakin memanas. Pemilik lahan awal, NA, hendak mengambil kembali hak atas tanah yang sudah diwakafkannya tersebut.

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang saling berteriak, bahkan mengamuk di halaman masjid. Kejadian ini berlangsung pada Selasa (14/3/2023) lalu.

Baca juga: Waspada, Tanah Wakaf Bisa Jadi Target Penyerobotan Lahan

Berdasarkan video amatir yang direkam warga, tampak sejumlah orang nyaris diamuk massa lantaran hendak menutup akses pintu masuk Masjid Jami Nurul Islam. Keributan ini ternyata dipicu sengketa status tanah tempat berdirinya masjid tersebut. Pemilik awal, NA, hendak mengambil kembali kepemilikan tanah yang sudah diwakafkan tersebut.

Kisruh Lahan Masjid di Koja Ingin Diambil Lagi Pemberi Wakaf, Begini Duduk Persoalannya
Sejumlah orang nyaris diamuk massa lantaran hendak menutup akses pintu masuk Masjid Jami Nurul Islam.

Penasihat hukum Dewan Kepengurusan Masjid (DKM) Jami Nurul Islam Koja, Misrad, menjelaskan, duduk persoalan adalah pengambilan kembali hak atas tanah masjid yang sebelumnya telah diwakafkan oleh NA. Tanah tersebut diwakafkan NA untuk warga pada tahun 2006.

"Kita lihat secara kronologi, Beliau (NA) lah yang mengizinkan untuk membangun masjid ini. Beliau pula yang meletakkan batu pertama, Beliau yang memberi sambutan, Beliau pula yang memberi nama masjid ini. Masyarakat sangat senang pada saat itu ketika Beliau mengizinkan untuk membangun masjid ini," ujar Misrad, Jumat (17/3/2023)

Baca juga: Wapres: Baru 58% dari 430 Ribu Lokasi Tanah Wakaf Bersertifikat

Persoalan kemudian muncul, dimana setelah bangunan mesjid berdiri NA beberapa kali membuat kegaduhan. "Setelah masjid ini berdiri Beliau membuat isu. Pertama, orang yang salat di masjid ini tidak sah. Kemudian dia melaporkan marbot dan Dewan Pengurus Masjid ke Polres, katanya penyerobotan," ucapnya.

Kisruh Lahan Masjid di Koja Ingin Diambil Lagi Pemberi Wakaf, Begini Duduk Persoalannya
Penasihat hukum DKM Jami Nurul Islam Koja, Misrad, menjelaskan awal mula pembangunan masjid di atas tanah yang sebelumnya telah diwakafkan oleh NA.

Tak hanya itu, kata Misrad, NA pernah melakukan pemutusan aliran listrik ke masjid hingga mengganggu jalannya ibadah. Terakhir, NA ingin menutup akses masuk ke masjid dengan membuat tembok.

"Masjid mau dipagar, padahal dia sendiri yang mengizinkan, kok dia sendiri yang punya keinginan menutup. Ini mengganggu kegiatan keagamaan. Apalagi menjelang puasa, pasti (jamaah) ramai," tukasnya.

Wali Kota, Polres, hingga MUI Turun Tangan

Kisruh antara warga dengan pemberi wakaf lahan Masjid Jami Nurul Islam sebenarnya bukan baru terjadi sekarang. Hal ini sudah berlangsung sejak setahun lalu.

Misrad mengatakan, dari sejumlah persoalan yang muncul pihaknya sempat melakukan mediasi, baik di Polres Metro Jakarta Utara maupun Pemkot Jakarta Utara.

"Proses mediasi sudah sering. Dengan wali kota maupun melalui Polres, dengan beberapa pengurus ini sudah ketemu tapi selalu Beliau (NA) berubah-ubah, sehingga tidak selesai," Kata Misrad.

Warga maupun pengurus DKM juga sempat meminta mediasi lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), namun tidak berhasil juga.

"Masyarakat di sini, DKM, sudah mengirim surat ke Majelis Ulama Indonesia supaya bisa melakukan peneguran kepada NA, diselesaikan, karena masjid ini masalah umat," ucapnya.

Warga berharap kasus pengambilan kembali tanah wakaf dan bangunan masjid ini dapat terselesaikan. Sehingga warga bisa kembali menggunakan masjid untuk beribadah dengan tenang sesuai perjanjian awal dan bisa segera dilakukan akta ikrar wakaf.

"Masjid ini dibangun berdasarkan kesepakatan warga, jamaah, disumbang oleh sekian banyak donatur. Kegiatan keagamaan ini tetap berjalan. Harapan kita, sudahlah jangan mengganggu. Kemudian segera akta ikrar wakaf itu diproses supaya masyarakat lebih tenang," tuturnya.

Jadi Pembelajaran buat Tanah Wakaf Lainnya

Salah satu jamaah sekaligus ketua pembangunan Masjid Jami Nurul Islam Muhammad Rawi, berharap kejadian ini bisa menjadi contoh bagi pewakaf agar tidak terjadi di masjid lain.

"Sekarang kecenderungan masjid selama ini jarang ikrar wakaf, hanya dibangun di atas tanah milik orang dan percaya dengan itu," ucapnya.

Rawi mencontohkan bahwa ada salah satu kasus di wilayah Jawa Timur, dimana pernah ada warga yang bangun masjid. Namun setelah warga yang membangun meninggal, akhirnya anaknya menggugatnya.

"Ini menjadi perhatian kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terkait dengan pembinaan masjid. Kajian ini menjadi pelajaran agar masyarakat tidak terlalu gampang percaya kalau memang mau diwakafkan," ungkap Rawi.

Rawi juga berharap NA berlapang dada dan mau masuk kembali dengan DKM untuk memimpin jamaah dan bersama-sama memberikan dukungan terhadap kemajuan masjid.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Catat! Biaya Ubah Sertifikat...
Catat! Biaya Ubah Sertifikat HGB Jadi Hak Milik Hanya Rp50 Ribu
Waisak 2570 BE Disemarakkan...
Waisak 2570 BE Disemarakkan dengan Gerakan Ekoteologi dan Kepedulian Lingkungan
Lindungi Aset Wakaf,...
Lindungi Aset Wakaf, Kemenag: 287.162 Bidang Tanah Umat Sudah Tersertifikasi
Rekomendasi
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved