Plt Kepala SMAN 3 Tangsel Buka-bukaan soal Permintaan Jatah Kursi Siswa

Jum'at, 17 Juli 2020 - 21:16 WIB
loading...
Plt Kepala SMAN 3 Tangsel...
Gedung SMAN 3 Tangsel. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG SELATAN - Terbongkarnya siswa titipan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencoreng Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA tahun ajaran 2020/2021.

Plt Kepala SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah mengatakan, Lurah Benda Baru, Saidun, memang meminta 5 jatah kursi siswa baru namun terlambat. PPDB sudah selesai dan masuk daftar ulang.

"Biasa, masa PPDB Pak Lurah banyak dapat tekanan agar bisa mengusahakan masyarakatnya masuk ke SMAN 3. Kan PPDB sudah berakhir dan sudah daftar ulang," kata Aan, Jumat (17/7/2020).

Alhasil, permintaan Lurah Saidun menitipkan 5 siswa di SMAN 3 Tangsel ditolak. Lantaran tidak pernah mendapat penolakan sebelumnya, dia lalu marah dan menendang toples kaca di meja. (Baca: Siswa Titipannya Tak Diterima di SMA Negeri, Lurah di Tangsel Ngamuk)

"Kemudian kita sampaikan baik-baik, karena ingin membela rakyatnya dan titipannya diakomodir, kita enggak mungkin menambah kelas. Paling menambah kuota, itu pun harus mengajukan ke pemerintah," jelasnya.

Proses pengajuan penambahan kuota dari sekolah juga tidak bisa melebihi yang ditetapkan pemerintah sebelumnya. Sebab tidak sekolah membuka satu kelas khusus. (Baca juga: Aneh, Babi yang Berkeliaran di Permukiman Warga Depok Tiba-tiba Menghilang)

Praktik menerima titipan siswa di sekolah ini sebenarnya haram hukumnya. Namun praktik ini tidak bisa dibendung, karena sulit dibuktikan dan dilakukan dengan senyap.

"Kalau saya pribadi tidak ada meminta biaya sedikitpun. Ya, kita menunggu daftar ulang, kalau masih ada, ya ada kemumgkinan bisa diterima. Jumlah siswa kita ada sebanyak 252 siswa," tandasnya.

Terkait laporan tindakan tidak menyenangkan dan perusakan oleh pihak sekolah ke Polsek Pamulang, dirinya masih mempertimbangkan apakah akan mencabutnya atau berlanjut.

"Sebenarnya masalahnya sudah selesai, Pak Lurah sudah minta maaf didampingi camat, tokoh masyarakat, dan dinas. Kita intinya dari kejadian kemarin, meminta beliau datang ke sekolah untuk meminta maaf," pungkasnya.

Hingga hari ini laporan ke polisi masih belum dicabut. Tiga orang saksi sudah dilakukan pemeriksaan, termasuk kepala sekolah. Tinggal dua lagi untuk melengkapi keterangan saksi yang diperiksa sebelumnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 9 Poin Rawan Korupsi...
Ini 9 Poin Rawan Korupsi PPDB, KPK: Kami Pantau Terus
4 Jalur Penerimaan Murid...
4 Jalur Penerimaan Murid Baru di SPMB 2025, Ada Kuota Baru untuk Pengurus OSIS!
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved