Kisah Koleksi Naskah Kuno di Malang, Ada Mantra Kutukan yang Tak Boleh Dibaca
Senin, 06 Maret 2023 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 7 Manuskrip Kuno Paling Misterius yang Belum Terpecahkan hingga Kini
Menurutnya, dari 100-an koleksi naskah kuno di era kerajaan, 1.000-an naskah kuno terkait dokumen masa kolonial, dan 4.000 lembar manuskrip kuno, naskah kuno mengenai mantra sihir yang konon berasal dari Kesultanan Mataram menjadi yang menarik.
Dari jumlah itu, naskah kuno menceritakan mengenai Malang biasanya berupa cerita Kerajaan Jenggala Panjalu, Brawijaya, Panji, Babad Demak.
"Ada juga pengaturan makam pada zaman Belanda, masih masa Gementee Malang (pemerintahan Malang di era kolonial Belanda), Tapi sayangnya tidak saya buka (naskah kunonya)," bebernya.
Di naskah kuno peninggalan Belanda itu dijelaskan Lulut, bahwa pengaturan makam di Malang sifatnya umum. Di mana khusus untuk orang pribumi tidak ada pembiayaan tambahan, sementara untuk orang China dan Eropa ada aturan-aturan tertentu.
Baca juga: 7 Manuskrip Al Quran Tertua di Dunia, Terakhir Tidak Lama Setelah Nabi Muhammad SAW Meninggal
"Bagaimana orang pribumi tanpa pembiayaannya kemudian orang China bagaimana orang Eropa ada aturan-aturannya di sini, jadi ada pemberlakuan yang tidak sama," paparnya.
Menurutnya, dari 100-an koleksi naskah kuno di era kerajaan, 1.000-an naskah kuno terkait dokumen masa kolonial, dan 4.000 lembar manuskrip kuno, naskah kuno mengenai mantra sihir yang konon berasal dari Kesultanan Mataram menjadi yang menarik.
Dari jumlah itu, naskah kuno menceritakan mengenai Malang biasanya berupa cerita Kerajaan Jenggala Panjalu, Brawijaya, Panji, Babad Demak.
"Ada juga pengaturan makam pada zaman Belanda, masih masa Gementee Malang (pemerintahan Malang di era kolonial Belanda), Tapi sayangnya tidak saya buka (naskah kunonya)," bebernya.
Di naskah kuno peninggalan Belanda itu dijelaskan Lulut, bahwa pengaturan makam di Malang sifatnya umum. Di mana khusus untuk orang pribumi tidak ada pembiayaan tambahan, sementara untuk orang China dan Eropa ada aturan-aturan tertentu.
Baca juga: 7 Manuskrip Al Quran Tertua di Dunia, Terakhir Tidak Lama Setelah Nabi Muhammad SAW Meninggal
"Bagaimana orang pribumi tanpa pembiayaannya kemudian orang China bagaimana orang Eropa ada aturan-aturannya di sini, jadi ada pemberlakuan yang tidak sama," paparnya.
Lihat Juga :