alexametrics

Sidang Korupsi Alkes

Saksi Sebut Wawan Kendalikan Pemkot Tangsel

loading...
Saksi Sebut Wawan Kendalikan Pemkot Tangsel
Kadiskes Tangsel Dadang M Epid menyebut suami Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Tubagus Chairi Wardana mengendalikan kebijakan di Pemkot Tangsel. (Ilustrasi/Sindonews).
A+ A-
SERANG - Tubagus Chairi Wardana alias Wawan ternyata lebih mempunyai kekuasaan dibandingkan istrinya Airin Rachmi Diany, sebagai orang nomor satu di Tangsel.

Hal tersebut terlihat dengan beberapa kebijakan dan pembangunan Kota Tangsel mesti dibicarakan terlebih dahulu ke adik kandung Ratu Atut Chosiyah, terutama mengendalikan lima proyek di empat SKPD besar seperti Dinkes, Disdik, Dinas Binamarga dan Dinas Tata Kota.

"Suami wali kota yang mengendalikan dari mulai pilkada, semua permasalahan yang ada di Tangsel dari Sekda (Dudung) laporannya ke beliau (Wawan)," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Dadang M Epid saat menjadi saksi untuk terdakwa Dadang Prijatna dalam kasus Alkes Puskesmas tahun 2012 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Selasa (1/9/2015)



Sementara itu, lanjut Dadang, saat dimintai keterangannya oleh JPU dari KPK mengungkapkan bahwa peran Wali Kota Tangsel Airin hanya memberikan pengarahan terkait pembangunan di Kota Tangsel secara langsung, tanpa melalui suaminya Wawan, bahkan kata Dadang, Airin selalu datang di setiap rapat pertemuan.

"Di setiap rapat keluhan-keluhan kita dikeluarkan, ibu wali kota juga hadir, tapi saya sudah tahu, memang kendalinya dari pak Wawan, wali kota itu yang nurut pak Wawan," ungkapnya.

Dadang mengakui, bahwa selama ini dirinya bisa menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan berkat adanya campur tangan dari Wawan, padahal syarat untuk menjadi kepala dinas belum terpenuhi sehingga Dadang mempunyai utang budi dan menuruti semua keinginan Wawan.

"Pada saat itu, sebelum bu Airin menjadi wali kota, Pemkot Tangsel membutuhkan Kepala Dinas, salah satunya dinas kesehatan, biasanya beliau meminta saran pertimbangan ke provinsi, dari saran tersebut saya belum masuk kriteri, karena pangkat saya masih jauh, beliau membantu saya, saya dipromsoikan sebagai kadis, ada utang budi," timpalnya
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak