Korban Kebakaran Pertamina Plumpang Keluhkan Minim Air hingga Kesulitan Ambil Jenazah Orang Tua
Minggu, 05 Maret 2023 - 15:43 WIB
loading...
Korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang mengeluhkan minim air hingga kesulitan mengambil jenazah orang tua kepada Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang mengunjungi lokasi, Minggu (5/3/2023). Foto: SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Warga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang , Jakarta Utara mengeluhkan minim air hingga kesulitan mengambil jenazah orang tua. Keluhan itu disampaikan ke Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang mengunjungi lokasi, Minggu (5/3/2023).
Warga Plumpang Triyanto mengeluhkan kesulitan yang dialami kepada Kombes Gidion. Pria berusia 48 tahun ini mengaku kesulitan membawa orang tuanya bernama Iriana yang meninggal dunia akibat rumahnya dekat Depo Pertamina Plumpang ikut terbakar.
Baca juga: Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Tak Ada Tertimbun Puing, Alat Berat Disetop
Setelah dievakuasi, ibunya dibawa petugas menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi. "Sambil nunggu proses selesai kita sudah buat kuburan, tapi pas di sana katanya lama dan buat kita bingung," ujarnya, Minggu (5/3/2023).
Karena prosesnya dianggap lama dan berbelit, dia hanya bisa pasrah. Padahal, keluarga telah ikhlas hingga membuat kuburan untuk orang tuanya.
"Tolong pak, kita juga bingung. Padahal, kita sudah tahu dan mengenal semuanya kalau itu memang orang tua kita," kata Triyanto kepada Gidion.
Warga Plumpang Triyanto mengeluhkan kesulitan yang dialami kepada Kombes Gidion. Pria berusia 48 tahun ini mengaku kesulitan membawa orang tuanya bernama Iriana yang meninggal dunia akibat rumahnya dekat Depo Pertamina Plumpang ikut terbakar.
Baca juga: Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Tak Ada Tertimbun Puing, Alat Berat Disetop
Setelah dievakuasi, ibunya dibawa petugas menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi. "Sambil nunggu proses selesai kita sudah buat kuburan, tapi pas di sana katanya lama dan buat kita bingung," ujarnya, Minggu (5/3/2023).
Karena prosesnya dianggap lama dan berbelit, dia hanya bisa pasrah. Padahal, keluarga telah ikhlas hingga membuat kuburan untuk orang tuanya.
"Tolong pak, kita juga bingung. Padahal, kita sudah tahu dan mengenal semuanya kalau itu memang orang tua kita," kata Triyanto kepada Gidion.
Lihat Juga :