Sadis! Bocah Kelas 6 SD Tewas Dibacok Gerombolan Remaja di Pelabuhanratu
Sabtu, 04 Maret 2023 - 19:31 WIB
loading...
Lokasi kejadian terjadinya pembacokan anak SD di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A
A
A
SUKABUMI - Pembacokan terhadap bocah kelas enam sekolah dasar (SD), menggemparkan warga Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/3/2023). Pembacokan terjadi di sekitar Taman Bunga, korban yang sempat kritis akhirnya tewas.
Baca juga: Kembali Memanas, Polisi Siaga di Wamena Papua Pegunungan
Korban yang diketahui berinisial RM (12), warga Kecamatan Pelabuhanratu, mengalami luka parah di bagian leher, akibat bacokan senjata tajam. Pada saat pembacokan terjadi, korban sedang berjalan kaki sepulang dari sekolah menuju rumah.
Salah satu saksi pembacokan, Aji (40) mengatakan, selama ini korban selalu jalan kaki saat pulang sekolah. Korban berjalan kaki melintasi Jalan Taman Bunga, dari arah Pangsor, ke arah Gunung Butak.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
"Saya melihat korban saat dibacok segerombolan remaja bersepeda motor, dengan membawa bendera ukuran besar berwarna merah, putih, biru. Pembacokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Aji, yang merupakan pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Lebih lanjut Aji mengatakan, sempat melihat korban berjalan kaki dari arah bawah ke atas, untuk menuju arah pulang. "Tiba-tiba dari arah berlawanan, ada rombongan bawa bendera, soal seragamnya saya tidak tahu," ungkapnya.
Aji menyebut, gerombolan tersebut menggunakan baju biasa, namun ada yang memakai baju rangkap. "Mereka membawa bendera besar berukuran 2 x 2 meter, lengkap dengan tiang tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Jenderal Bintang 3 Kostrad Tembus Pedalaman Papua, Temui Prajurit Tengkorak di Sarang KKB
Sementara itu Ketua RW di tempat tinggal korban, Hendra mengatakan, dirinya mendapatkan kabar dari istrinya ada salah satu warga yang kena bacok. Informasi datang dari warga yang meminta dirinya datang ke RSUD Palabuhanratu.
"Saya datang, ternyata lagi dalam kondisi mengenaskan dan memang lagi ditangani oleh tim medis. Saya tidak tahu kejadian jelasnya, tapi menurut informasi katanya kejadiannya saat sepulang sekolah," ujar Hendra.
Hendra menambahkan, korban pulang sekolah bertiga, bersama dua teman perempuan. Salah satunya ini yang berinisiatif melaporkan ke polisi, dan langsung menuju TKP bersama anggota kepolisian.
Baca juga: Kembali Memanas, Polisi Siaga di Wamena Papua Pegunungan
Korban yang diketahui berinisial RM (12), warga Kecamatan Pelabuhanratu, mengalami luka parah di bagian leher, akibat bacokan senjata tajam. Pada saat pembacokan terjadi, korban sedang berjalan kaki sepulang dari sekolah menuju rumah.
Salah satu saksi pembacokan, Aji (40) mengatakan, selama ini korban selalu jalan kaki saat pulang sekolah. Korban berjalan kaki melintasi Jalan Taman Bunga, dari arah Pangsor, ke arah Gunung Butak.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
"Saya melihat korban saat dibacok segerombolan remaja bersepeda motor, dengan membawa bendera ukuran besar berwarna merah, putih, biru. Pembacokan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Aji, yang merupakan pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Lebih lanjut Aji mengatakan, sempat melihat korban berjalan kaki dari arah bawah ke atas, untuk menuju arah pulang. "Tiba-tiba dari arah berlawanan, ada rombongan bawa bendera, soal seragamnya saya tidak tahu," ungkapnya.
Aji menyebut, gerombolan tersebut menggunakan baju biasa, namun ada yang memakai baju rangkap. "Mereka membawa bendera besar berukuran 2 x 2 meter, lengkap dengan tiang tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Jenderal Bintang 3 Kostrad Tembus Pedalaman Papua, Temui Prajurit Tengkorak di Sarang KKB
Sementara itu Ketua RW di tempat tinggal korban, Hendra mengatakan, dirinya mendapatkan kabar dari istrinya ada salah satu warga yang kena bacok. Informasi datang dari warga yang meminta dirinya datang ke RSUD Palabuhanratu.
"Saya datang, ternyata lagi dalam kondisi mengenaskan dan memang lagi ditangani oleh tim medis. Saya tidak tahu kejadian jelasnya, tapi menurut informasi katanya kejadiannya saat sepulang sekolah," ujar Hendra.
Hendra menambahkan, korban pulang sekolah bertiga, bersama dua teman perempuan. Salah satunya ini yang berinisiatif melaporkan ke polisi, dan langsung menuju TKP bersama anggota kepolisian.
(eyt)
Lihat Juga :