Gempa M5,1 Guncang Bengkulu, BPBD Belum Terima Laporan Dampak Kerusakan
Jum'at, 03 Maret 2023 - 09:15 WIB
loading...
Gempa tektonik dengan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Pantai Selatan, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Jumat 3 Maret 2023, pukul 07.36 WIB. (Ist)
A
A
A
BENGKULU - Gempa tektonik dengan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Pantai Selatan, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu , Jumat 3 Maret 2023, pukul 07.36 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Di mana episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,80° LS ; 101,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 Kilometer (Km) arah Barat Daya Bengkulu, pada kedalaman 58 km.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda, BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, dngan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Sabar, Jumat (3/2/2023).
Gempa bumi ini, terang Sabar, berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bengkulu dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Kabupaten Bengkulu Utara dengan skala intensitas III MMI Kabupaten Kepahiang dan Curup Kabupaten Rejang Lebong, dengan skala intensitas II-III MMI. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Sabar.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Di mana episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,80° LS ; 101,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 47 Kilometer (Km) arah Barat Daya Bengkulu, pada kedalaman 58 km.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda, BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan, dngan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Sabar, Jumat (3/2/2023).
Gempa bumi ini, terang Sabar, berdampak dan dirasakan di daerah Kota Bengkulu dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Kabupaten Bengkulu Utara dengan skala intensitas III MMI Kabupaten Kepahiang dan Curup Kabupaten Rejang Lebong, dengan skala intensitas II-III MMI. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Sabar.
Lihat Juga :