Mario Berteriak Free Kick saat Tendang Putra GP Ansor
Kamis, 02 Maret 2023 - 19:41 WIB
loading...
Pakai kaus oranye: Mario Dandy Satriyo dipamerkan polisi setelah ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap D di Pesanggrahan. Foto: MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (20), terhadap D (17), putra Pengurus Pusat GP Ansor Jonathan Latumahina diduga telah direncanakan sejak awal. Mario melakukan pemukulan, menginjak tengkuk, hingga menendang dengan mengatakan kalimat free kick atau tendangan bebas.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Mario beberapa kali menendang bagian kepala D, memukul, dan menginjak tengkuk. Mario juga sempat meneriakkan beberapa kata, salah satunya 'free kick' saat menganiaya D. Baca juga: Viral Video Mario Dandy Aniaya Anak Pengurus GP Ansor, Ini Bahaya Cedera Kepala
"Pada saat penganiayaan yang sangat memprihatikan dilihat sangat sadis, itu ada tiga kali tendangan ke arah kepala, ada dua kali menginjak tengkuk dan satu kali pukulan ke kepala. Ini ke arah yang sangat vital di kepala," kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Dia mengatakan, saat mengucapkan free kick itu Mario sedang melakukan penganiayaan terhadap D. "Misal di antaranya ada kata-kata 'free kick', baru ditendang ke kepala, tendangan bebas. Ada kata-kata, 'gua gak takut kalau anak orang mati'. Bagi penyidik dan kami konsultasikan dengan ahli, ini bisa mens rea, niat jahat dan wujud perbuatan," tutur Hengki.
Hengki menyebut Mario melakukan perencanaan dalam penganiayaan tersebut dimulai saat menelepon rekannya yang juga tersangka, Shane Lukas (19), untuk meminta bertemu. Mario Dandy lantas pergi dengan Shane dan AG, kekasihnya ke tempat David berada di Pesanggrahan. "Saat di mobil bertiga, ada mens rea, buat di sana," kata Hengki
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Mario beberapa kali menendang bagian kepala D, memukul, dan menginjak tengkuk. Mario juga sempat meneriakkan beberapa kata, salah satunya 'free kick' saat menganiaya D. Baca juga: Viral Video Mario Dandy Aniaya Anak Pengurus GP Ansor, Ini Bahaya Cedera Kepala
"Pada saat penganiayaan yang sangat memprihatikan dilihat sangat sadis, itu ada tiga kali tendangan ke arah kepala, ada dua kali menginjak tengkuk dan satu kali pukulan ke kepala. Ini ke arah yang sangat vital di kepala," kata Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Dia mengatakan, saat mengucapkan free kick itu Mario sedang melakukan penganiayaan terhadap D. "Misal di antaranya ada kata-kata 'free kick', baru ditendang ke kepala, tendangan bebas. Ada kata-kata, 'gua gak takut kalau anak orang mati'. Bagi penyidik dan kami konsultasikan dengan ahli, ini bisa mens rea, niat jahat dan wujud perbuatan," tutur Hengki.
Hengki menyebut Mario melakukan perencanaan dalam penganiayaan tersebut dimulai saat menelepon rekannya yang juga tersangka, Shane Lukas (19), untuk meminta bertemu. Mario Dandy lantas pergi dengan Shane dan AG, kekasihnya ke tempat David berada di Pesanggrahan. "Saat di mobil bertiga, ada mens rea, buat di sana," kata Hengki
Lihat Juga :