Pemprov Jabar Bakal Tertibkan PKL di Masjid Al Jabbar
Selasa, 28 Februari 2023 - 01:37 WIB
loading...
Pemprov Jabar bakal menyapu bersih keberadaan PKL di kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Pedagang kaki lima (PKL) jumlahnya makin menjamur sejak Masjid Raya Al Jabbar itu diresmikan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil akhir tahun lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan menertibkan PKL yang kian bertambah itu.
Berdasarkan catatan yang dimiliki Satpol PP Jabar, PKL yang terdata usai pembukaan Masjid Al Jabbar sekitar 200 PKL. Seiring berjalannya waktu, jumlah mereka terus bertambah dan kini tercatat sekitar 500 PKL. Baca juga: Ridwan Kamil: Bogor Street Festival Cap Go Meh Ajang Pemersatu Bangsa
"Awal itu cuman sekitar 200 yang berjualan di sekitaran Masjid Al Jabbar dari selatan ke utara. Dan sekarang itu sudah mendekati 500 (PKL)" ujar Kepala Satpol PP Jabar, Ade Afriandi, Senin (27/2/2023).
Ade mengungkapkan, mayoritas PKL yang berjualan di sekitaran masjid milik Provinsi Jabar ini berasal dari warga Kota Bandung. Akan tetapi, ada juga dari luar Kota Bandung dan berbabur dengan PKL Kota Bandung.
"Ber-KTP Kota Bandung itu ada 59 persen, yang lokal KTP-nya Gedebage itu kurang lebih 10 persen. Dan di luar itu ada dari Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung," beber Ade.
Berdasarkan catatan yang dimiliki Satpol PP Jabar, PKL yang terdata usai pembukaan Masjid Al Jabbar sekitar 200 PKL. Seiring berjalannya waktu, jumlah mereka terus bertambah dan kini tercatat sekitar 500 PKL. Baca juga: Ridwan Kamil: Bogor Street Festival Cap Go Meh Ajang Pemersatu Bangsa
"Awal itu cuman sekitar 200 yang berjualan di sekitaran Masjid Al Jabbar dari selatan ke utara. Dan sekarang itu sudah mendekati 500 (PKL)" ujar Kepala Satpol PP Jabar, Ade Afriandi, Senin (27/2/2023).
Ade mengungkapkan, mayoritas PKL yang berjualan di sekitaran masjid milik Provinsi Jabar ini berasal dari warga Kota Bandung. Akan tetapi, ada juga dari luar Kota Bandung dan berbabur dengan PKL Kota Bandung.
"Ber-KTP Kota Bandung itu ada 59 persen, yang lokal KTP-nya Gedebage itu kurang lebih 10 persen. Dan di luar itu ada dari Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung," beber Ade.
Lihat Juga :