Korban Banjir di Perumahan PNR Bekasi Terserang Demam dan Gatal-gatal
Sabtu, 25 Februari 2023 - 15:19 WIB
loading...
Korban banjir di Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR), Desa Sukaraya, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi mulai terserang penyakit demam dan gatal-gatal. Foto: MPI/Ade Suhardi
A
A
A
BEKASI - Dua hari mengungsi, korban banjir di Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR), Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi mulai terserang penyakit demam dan gatal-gatal. Perumahan PNR terendam banjir hingga sepaha orang dewasa.
Akibatnya, 1.200 Kepala Keluarga (KK) di dua RW itu terpaksa mengungsi dan melakukan evakuasi mandiri.
Mariam (47), warga Perumahan PNR Bekasi yang mengungsi mengatakan, di tempat pengungsian anaknya yang masih balita mengalami gejala demam.
Baca juga: 1.200 KK Terdampak Banjir di Perumahan PNR Bekasi, Warga Mulai Mengungsi
"Saya ngungsi dari semalam. Rumah saya sudah dua hari terendam banjir. Barang-barang nggak ada yang selamat. Sementara saya ngungsi di majelis sama anak-anak," ujar Mariam, Sabtu (25/2/2023).
Hingga saat ini belum ada tenda pengungsian. "Kalau bantuan logistik baru dari relawan saja, itu juga nasi bungkus. Untuk sekarang belum ada, kalau bantuan dari pemerintah juga belum ada apalagi posko tenda bantuan ngungsi dan lain-lain," katanya.
Kepala Puskesmas Sukaraya Ida Indriati menuturkan korban banjir di perumahan tersebut sudah ada yang terserang penyakit seperti demam dan gatal-gatal.
"Untuk saat ini sekitar 5 orang. Rata-rata bayi dan balita. Kalau orang dewasa gatal-gatal penyakit kulit karena banjir," ujarnya.
Akibatnya, 1.200 Kepala Keluarga (KK) di dua RW itu terpaksa mengungsi dan melakukan evakuasi mandiri.
Mariam (47), warga Perumahan PNR Bekasi yang mengungsi mengatakan, di tempat pengungsian anaknya yang masih balita mengalami gejala demam.
Baca juga: 1.200 KK Terdampak Banjir di Perumahan PNR Bekasi, Warga Mulai Mengungsi
"Saya ngungsi dari semalam. Rumah saya sudah dua hari terendam banjir. Barang-barang nggak ada yang selamat. Sementara saya ngungsi di majelis sama anak-anak," ujar Mariam, Sabtu (25/2/2023).
Hingga saat ini belum ada tenda pengungsian. "Kalau bantuan logistik baru dari relawan saja, itu juga nasi bungkus. Untuk sekarang belum ada, kalau bantuan dari pemerintah juga belum ada apalagi posko tenda bantuan ngungsi dan lain-lain," katanya.
Kepala Puskesmas Sukaraya Ida Indriati menuturkan korban banjir di perumahan tersebut sudah ada yang terserang penyakit seperti demam dan gatal-gatal.
"Untuk saat ini sekitar 5 orang. Rata-rata bayi dan balita. Kalau orang dewasa gatal-gatal penyakit kulit karena banjir," ujarnya.
Lihat Juga :