Polisi RW Besok Kumpulkan Tokoh Masyarakat Gang Besan: Insya Allah Ada Solusi buat Warga

Kamis, 23 Februari 2023 - 20:20 WIB
loading...
Polisi RW Besok Kumpulkan...
Polisi RW bernama Iptu Rahmad Gunawan mendengar keluhan warga Gang Besan, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (23/2/2023). Foto: MPI/Hambali
A A A
TANGERANG SELATAN - Polisi RW bernama Iptu Rahmad Gunawan, akhirnya muncul di lingkungan warga Gang Besan, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) , Kamis (23/2/2023). Setelah mendengar keluhan warga di sana, ia berjanji menjembatani mencari jalan keluar penutupan jalan Gang Besan tersebut.

Untuk mencari solusi agar persoalan penutupan jalan akses warga di Gang Besan tidak berlarut-larut, Gunawan akan mengumpulkan pengurus RT dan RW, serta tokoh masyarakat setempat.

"Besok saya kumpulin dulu RT, RW, sama tokoh di sini. Insya Allah ada solusi buat warga," janji Iptui Gunawan kepada Yani (54) dan Kisman (65), pasutri yang membuka usaha warung makan di Gang Besan.

Baca juga: Deretan Tokoh dan Pejabat yang Turun Tangan Urusi Penutupan Gang Besan Serpong

Polisi RW merupakan personel Polri yang bertugas di tengah masyarakat di luar anggota Bhabinkamtibmas yang sudah ada di masing-masing kelurahan.

Polisi RW merupakan program inovasi Polri untuk meningkatkan pelayanan serta untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Implementasi dari program ini adalah menempatkan satu polisi untuk satu RW.

Polisi RW bertugas melayani aduan masyarakat di tingkat RW. Jika masyarakat memiliki keluhan ataupun aduan terkait kejahatan dan tindak kriminalitas masyarakat, dapat langsung melapor kepada polisi RW.

Baca juga: Proyek yang Tutup Akses Gang Besan Serpong Ternyata Belum Kantongi Izin

Yani dan Kisman awalnya tak menyangka pria berseragam dinas polisi yang menyantap soto di warung mereka adalah Polisi RW. Iptu Rahmad Gunawan lalu memperkenalkan diri bahwa baru mendapat penugasan sebagai Polisi RW di Gang Besan.

Setelah berkenalan, baru mulai ada perbincangan ringan dengan Yani dan Kisman. Ketiganya terlihat serius saat membahas awal mula penutupan Gang Besan.

Pasutri ini lalu bercerita sudah berjualan sejak tahun 2003 di depan Jalan Gang Besan yang kini aksesnya ditutup tembok beton.

Baca juga: Mediasi Penutupan Gang Besan Serpong Masih Deadlock, Pengusaha Akan Bangun Gedung Parkir

Kepada Gunawan, keduanya bercerita tentang dampak penutupan Jalan Gang Besan. Menurut mereka, penutupan itu berdampak pada aktivitas warga sekitar yang harus berputar jauh sekitar 2 kilometer menuju Jalan Raya Rawa Buntu.

"Dulu mah enak-enak aja Pak sebelum ditutup, dagangnya deket di sini. Kalau saya tinggal di belakang situ dekat tower Gang Besan, sekarang ditutup, ya sudah kita harus mutar jauh lewat stasiun," keluh Yani.

Lokasi lapak soto milik Yani dan Kisman berada persis di jalan depan proyek yang menutup akses masuk Gang Besan. Kepada Gunawan, keduanya berharap bantuan agar tembok beton itu dibuka kembali sebagai akses lalu-lalang warga.

"Kita tinggal di sini sejak tahun 1995, aktivitas ya lewat Gang Besan setiap hari. Memang karena kita pendatang, kita kurang tahu asal-usul Gang Besan itu bagaimana. Tapi menurut orang-orang sini, memang ini (Gang Besan) dari dulunya sudah jalanan, enggak diperjualbelikan," katanya.

Diketahui, penutupan Gang Besan terus menuai polemik mengingat jalan tersebut merupakan akses utama ratusan warga yang bermukim di sana. Saat ini Gang Besan sudah tak bisa dilalui oleh warga karena sudah tertutup tembok beton.

Pada Jumat, 3 Februari 2023, pengusaha bernama David Puteranegoro mengutus anak buahnya untuk menembok jalan tersebut setinggi 2 meter. Mediasi sempat dilakukan beberapa kali, namun hingga kini kunjung mencapai titik temu.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Kaki Patah Jelang Terbang,...
Kaki Patah Jelang Terbang, Perjuangan Jemaah Haji asal Tangsel Ini Dikelilingi Orang Berhati Malaikat
Puluhan Alat Berat Dikerahkan,...
Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan di Sumatera Dikebut
Rekomendasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Pegadaian Buktikan Kualitas...
Pegadaian Buktikan Kualitas Layanan Terbaik lewat Borong Awards di Asia Pasifik
Berita Terkini
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Infografis
Dewan Penasihat Danantara...
Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ada Mantan PM Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved