Kisah Anggota Kopasgat Kopda Ahmad Novrizal Merangkul Tubuh Kapolda Jambi dan Berputar-putar di Udara
Kamis, 23 Februari 2023 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
"Kami terdiri dari tujuh orang personel termasuk komandan saya. Komandan saya menunjuk saya untuk mengevakuasi," imbuhnya
Sementara, medan yang dilalui perbukitan terjal dan hutan belantara. Belum lagi, faktor cuaca yang tidak bersahabat. Terkadang, cerah, berawan dan berkabut serta adanya hujan.
"Alhamdulillah evakuasi terhadap Kapolda Jambi bisa berjalan lancar. Padahal, evakuasinya di medan yang gelap, banyak awan, kabut serta angin kencang di atas 15 knot," tegas Ahmad.
Dia menambahkan, untuk mengevakuasi Kapolda Jambi tidaklah semudah yang dibayangkan. Saat itu, dirinya harus membongkar peralatan awal.
"Saat itu peralatan awal, saya bongkar ulang, karena badan Bapak Kapolda cukup besar sedangkan tandu yang menampung kecil," imbuhnya.
Kemudian lagi, dirinya melihat tangan Kapolda lengan kanannya patah sama punggung yang mengalami cidera.
Setelah seling helikopter turun, dirinya langsung mengikat kembali agar lebih yakin.
"Diusahakan seenak mungkin saya pegang. InsyaAllah yakin," tegas Ahmad.
Dia menjelaskan, awal evakuasi naik putaran lambat, tapi setelah naik putarannya begitu cepat hingga kakinya terombang-ambing seperti baling-baling.
"Makanya sekencang apapun tadi, saya tidak lepas. Karena, kalau sempat saya lepas, resiko di bapak Kapolda tadi. Saya juga tidak mungkin yakin 100 persen alat itu kita percaya. Makanya betul-betul saya pegang dan memastikan keselamatan beliau," tukasnya.
Menurutnya, proses evakuasi tersebut berjalan sekitar 15 hingga 18 menit dari evakuasi awal hingga terakhir.
Sementara, medan yang dilalui perbukitan terjal dan hutan belantara. Belum lagi, faktor cuaca yang tidak bersahabat. Terkadang, cerah, berawan dan berkabut serta adanya hujan.
"Alhamdulillah evakuasi terhadap Kapolda Jambi bisa berjalan lancar. Padahal, evakuasinya di medan yang gelap, banyak awan, kabut serta angin kencang di atas 15 knot," tegas Ahmad.
Dia menambahkan, untuk mengevakuasi Kapolda Jambi tidaklah semudah yang dibayangkan. Saat itu, dirinya harus membongkar peralatan awal.
"Saat itu peralatan awal, saya bongkar ulang, karena badan Bapak Kapolda cukup besar sedangkan tandu yang menampung kecil," imbuhnya.
Kemudian lagi, dirinya melihat tangan Kapolda lengan kanannya patah sama punggung yang mengalami cidera.
Setelah seling helikopter turun, dirinya langsung mengikat kembali agar lebih yakin.
"Diusahakan seenak mungkin saya pegang. InsyaAllah yakin," tegas Ahmad.
Dia menjelaskan, awal evakuasi naik putaran lambat, tapi setelah naik putarannya begitu cepat hingga kakinya terombang-ambing seperti baling-baling.
"Makanya sekencang apapun tadi, saya tidak lepas. Karena, kalau sempat saya lepas, resiko di bapak Kapolda tadi. Saya juga tidak mungkin yakin 100 persen alat itu kita percaya. Makanya betul-betul saya pegang dan memastikan keselamatan beliau," tukasnya.
Menurutnya, proses evakuasi tersebut berjalan sekitar 15 hingga 18 menit dari evakuasi awal hingga terakhir.
Lihat Juga :