Begini Kondisi Terkini Bocah 5 Tahun yang Nyaris Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs
Senin, 06 Februari 2023 - 10:42 WIB
loading...
Wowon Erawan pelaku pembunuhan berantai Bekasi-Cianjur.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - NR (5) bocah yang nyaris menjadi korban pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki Banyu (60) kini berada di bawah perlindungan Kementerian Sosial (Kemensos). NR nyaris meninggal dunia setelah meminum racun yang disiapkan Wowon cs.
NR merupakan anak dari Wowon bersama istrinya Ai Maimunah. Dalam peristiwa itu Ai Maimunah tewas akibat kebiadaban Wowon. Saat ini NR berada di bawah naungan Kemensos melalui Sentra Handayani Bekasi.
Plt. Kasubag Tata Usaha Sentra Handayani Bekasi, Meerada Saryati Aryani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bekasi, dan Dinas Pelindungan Perempuan dan Anak Daerah (DP3A) Kabupaten Bekasi dan telah menyetujui NR mendapatkan pelayanan lebih lanjut di Sentra Handayani Bekasi.
Meerada berpesan kepada para petugas untuk memberikan perlindungan secara maksimal bagi NR juga tetap harus bisa menjaga kerahasiaan identitas anak.
"Segera lakukan pemeriksaan psikososial bagi NR, pastikan apakah terdapat trauma di diri anak? Penuhi semua kebutuhan dan hak-haknya, juga telusuri keluarga besarnya," kata Meerada dikutip dalam keterangannya, Senin (6/2/2023).
NR merupakan anak dari Wowon bersama istrinya Ai Maimunah. Dalam peristiwa itu Ai Maimunah tewas akibat kebiadaban Wowon. Saat ini NR berada di bawah naungan Kemensos melalui Sentra Handayani Bekasi.
Plt. Kasubag Tata Usaha Sentra Handayani Bekasi, Meerada Saryati Aryani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bekasi, dan Dinas Pelindungan Perempuan dan Anak Daerah (DP3A) Kabupaten Bekasi dan telah menyetujui NR mendapatkan pelayanan lebih lanjut di Sentra Handayani Bekasi.
Meerada berpesan kepada para petugas untuk memberikan perlindungan secara maksimal bagi NR juga tetap harus bisa menjaga kerahasiaan identitas anak.
"Segera lakukan pemeriksaan psikososial bagi NR, pastikan apakah terdapat trauma di diri anak? Penuhi semua kebutuhan dan hak-haknya, juga telusuri keluarga besarnya," kata Meerada dikutip dalam keterangannya, Senin (6/2/2023).
Lihat Juga :