Delapan Bulan Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kiai Jombang Menggantung, Ini Penyebabnya

Rabu, 15 Juli 2020 - 08:43 WIB
loading...
Delapan Bulan Kasus...
Hampir delapan bulan kasus dugaan pencabulan yang melibatkan MSA, putra salah satu kiai ternama di Jombang ditangani polisi. (Foto/Ilustrasi)
A A A
SURABAYA - Hampir delapan bulan kasus dugaan pencabulan yang melibatkan MSA, putra salah satu kiai ternama di Jombang ditangani polisi.

Selama rentang waktu tersebut, berkas perkara MSA tak kunjung tuntas. Bahkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) mengembalikan berkas perkara tersebut ke Polda Jatim lantaran belum lengkap.

Hingga saat ini, Kejati Jatim belum menerima kembali berkas dari penyidik (Polda Jatim). Artinya, penyidik Polda Jatim masih melengkapi berkas tersebut. Sedangkan kejaksaan menunggu berkas tersebut kembali untuk diteliti. (BACA JUGA: Terduga Maling Sapi Tewas, Warga Luruk Mapolsek Tongas)

“Berkas tersebut masih dalam tahap pra penuntutan. Sehingga, masih perlu data tambahan atau masih lemah untuk diteliti,” kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Herry Ahmad Pribadi, Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan jika pihaknya masih melakukan kelengkapan berkas. Namun, untuk lebih detail, pihaknya meminta agar menanyakan langsung ke Dirreskrimum Polda Jatim. “Langsung tanyakan ke Dirreskrimum saja ya,” katanya.

Terkait rencana unjuk rasa yang digelar Aliansi Kota Santri Melawan Kekerasan Seksual pada hari ini, Rabu (15/7/2020) di Mapolda Jatim, Truno berharap agar aksi itu ditunda. Hal ini mengingat angka penularan COVID-19 di Surabaya masih tinggi. Aksi tersebut digelar untuk mempertanyakan bagaimana kelanjutan kasus dugaan pencabulan santri oleh anak kiai di Jombang, MSA.

Mempertimbangkan Surabaya masih status pandemi COVID-19, kata dia, Polri akan mengimbau untuk tidak dilaksanakan demi keselamatan baik diri, kelompok, masyarakat lainnya maupun petugas. Namun begitu, Truno akan tetap menerima masukan dari sejumlah pihak terkait penanganan kasus ini. “Untuk besok, ada baiknya hanya perwakilan lima orang saja yang menyampaikan aspirasinya pada pihak kepolisian,” pintanya. (BACA JUGA: Pemkot Surabaya Minta Panitia Idul Adha Patuhi Protokol Kesehatan)

MSA merupakan warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. MSA disebut-sebut sebagai pengurus ponpes di Jombang. Dia dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur pada 29 Oktober 2019. MSA diketahui menjadi tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/175/XI/RES.124/2019/Satreskrim Polres Jombang tertanggal 12 November 2019.

Dalam SPDP tersebut, MSA dijerat Pasal 285 atau Pasal 294 ayat 1 dan 2 ke 2e KUHP. Informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan itu terjadi saat korban melamar menjadi karyawan klinik rumah sehat ponpes. Praktik asusila berlangsung saat proses interview (calon karyawan) dimana terlapor MSA pimpinannya. MSA telah ditetapkan sebagai tersangka.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Pendiri Ponpes Ndolo...
Pendiri Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati Ditangkap di Wonogiri!
Astaga! Suami Serahkan...
Astaga! Suami Serahkan Istrinya Disetubuhi Dukun Gegara Santet
Ini Tampang Predator...
Ini Tampang Predator Anak Laki-laki di Bekasi, Polisi: Pelaku Sehat dan Sadar Penuh!
Sahroni Desak Oknum...
Sahroni Desak Oknum Polisi yang Lecehkan Korban Pemerkosaan di NTT Ditindak Tegas
Miris! Bocah 7 Tahun...
Miris! Bocah 7 Tahun Dicabuli Teman Sebaya, Orang Tua Sebut Laporannya Ditolak Polisi
Geger! Warga Kepung...
Geger! Warga Kepung Rumah Kyai yang C4b*l1 50 Santriwati
Pesantren Harus Jadi...
Pesantren Harus Jadi Ruang Aman, Perempuan Bangsa Hadirkan Modul Anti Pencabulan
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Rekomendasi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved