Pembunuh Berantai Wowon Ungkap Alasannya Racun Istri Kelima dan Anaknya di Bekasi

Jum'at, 03 Februari 2023 - 16:59 WIB
loading...
Pembunuh Berantai Wowon...
Wowon Erawan alias Aki Banyu (60) mengungkap motif pembunuhan istri kelimanya Ai Maimunah (40), dan dua anak sambungnya di Kabupaten Bekasi. Foto: MPI/Dok
A A A
JAKARTA - Wowon Erawan alias Aki Banyu (60) mengungkap motif pembunuhan istri kelimanya Ai Maimunah (40), dan dua anak sambungnya di Kabupaten Bekasi. Wowon mengaku kesal kerap dimintai uang.

Wowon selanjutnya memerintahkan tersangka Solohin alias Duloh (64) untuk menghabisi nyawa Ai Maimunah (40) dan anak-anak sambungnya.

"Kata Wowon, itu bilangnya dia (korban) nagih-nagih melulu duit," ujar Solihin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Keterangan Kerap Berubah, Wowon Kini Akui Dendam Bunuh Istri dan Mertua

Sementara itu, Wowon mengaku selama ini kerap memberikan uang hasil penipuan para tenaga kerja wanita (TKW) kepada Ai Maimunah dan anak sambungnya.

"Ya, hasil nipu dulu, suka lari (diberikan) ke istri yang namanya Ai Maimunah," kata Wowon.



Wowon akhirnya memutuskan untuk merencanakan pembunuhan Ai Maimunah bersama Solihin alias Duloh. Saat itu, Wowon menyarankan agar para korban dibunuh di Bekasi, tidak di Cianjur.

Pelaku kemudian mencari rumah kontrakan di Bekasi. Setelah kesepakatan terjalin, Wowon memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada Solihin untuk menyewa rumah kontrakan di Bekasi. Wowon selanjutnya meminta Solihin membeli pacul untuk menggali lubang.

"Sama saya dikasih tuh Rp2 juta, suruh nyari kontrakan dengan beli pacul dan garpu. Ya sama Pak Solihin dilaksanakan," tutur Wowon.

Baca juga: Sadis! Wowon Tersangka Pembunuhan Berantai Punya 6 Istri, 3 Dibunuh

Pengakuan Wowon ini berbeda dengan keterangan hasil pemeriksaan yang disampaikan oleh penyidik. Polisi menyebut, Wowon membunuh Ai Maimunah beserta dua anak tirinya karena takut aksi kejahatannya terbongkar.

Sebab, para korban di Bekasi mengetahuinya soal aksi penipuan dan pembunuhan yang telah dilakukan Wowon dan komplotannya.

Menanggapi adanya perbedaan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan, tersangka memiliki hak ingkar dalam memberikan keterangan.

Tetapi, penyidik sudah menggali semua keterangan tersangka dan saksi-saksi, serta mengantongi alat bukti yang cukup untuk membuktikan tindakan para tersangka.

Diketahui, upaya pembunuhan berantai ini terungkap setelah satu keluarga ditemukan tergeletak lemas di rumah kontrakan daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Para korban di Bekasi diracun sehingga tiga korban tewas, yakni Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17). Satu korban berinisial NR (5) sempat kritis.

Kini, Wowon Erawan alias Aki Banyu (60), Muhammad Dede Solehudin (35), dan Solihin alias Duloh (64) telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat menggunakan Pasal 340 juncto Pasal 338 dan 339 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait Pembunuhan Berencana.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Indonesia Ini...
Warga Indonesia Ini Dapat Penghargaan dari Kepolisian Inggris karena Ungkap Kejahatan Serius
Kapolda Metro Jaya Mutasi...
Kapolda Metro Jaya Mutasi 9 Perwira Menengah, Ini Daftar Lengkapnya
Habisi 14 Orang dengan...
Habisi 14 Orang dengan Sianida, Wanita Pecandu Judi Online Ini Dihukum Mati
Rekomendasi
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Berita Terkini
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved