Kasus Serial Killer Bekasi-Cianjur, Pelaku Bunuh Anak demi Ilmu Spiritual
Selasa, 24 Januari 2023 - 16:28 WIB
loading...
Motif tersangka Wowon Erawan alias Aki membunuh anaknya untuk kesuksesan dan ilmu spiritual. Foto/Istimewa
A
A
A
BEKASI - Motif Wowon Erawan alias Aki membunuh anaknya berinisial B (2) dan NAS (5) dalam pembunuhan berantai atau serial killer di Bekasi-Cianjur untuk kesuksesan dan ilmu spiritual. Ketiga tersangka berdalih meningkatkan ilmu spritualnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut berdasarkan pemeriksaan, para tersangka mengaku membunuh anak-anak untuk ilmu spiritual.
”Pengakuan tersangka untuk memberikan kesuksesan lebih lagi,” kata Trunoyudo, Selasa (24/1/2023). Baca juga: Balita Korban Serial Killer Jalani Pendampingan Traumatis di Bekasi
Diketahui, dari sembilan korban pembunuhan berantai Wowon Cs, terdapat satu balita yang ditemukan tewas terkubur yakni B (2). Kerangkanya ditemukan di Cianjur, Jawa Barat. NAS (5) diracun tersangka di Bekasi beruntung dapat diselamatkan.
Trunoyudo menyebut penyidik tidak percaya dengan keterangan tersangka. Ia mengatakan proses penyidikan akan terus dilakukan berdasarkan scientific crime investigation dengan berkolaborasi bersama ahli psikologi forensik dan psikiater.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut berdasarkan pemeriksaan, para tersangka mengaku membunuh anak-anak untuk ilmu spiritual.
”Pengakuan tersangka untuk memberikan kesuksesan lebih lagi,” kata Trunoyudo, Selasa (24/1/2023). Baca juga: Balita Korban Serial Killer Jalani Pendampingan Traumatis di Bekasi
Diketahui, dari sembilan korban pembunuhan berantai Wowon Cs, terdapat satu balita yang ditemukan tewas terkubur yakni B (2). Kerangkanya ditemukan di Cianjur, Jawa Barat. NAS (5) diracun tersangka di Bekasi beruntung dapat diselamatkan.
Trunoyudo menyebut penyidik tidak percaya dengan keterangan tersangka. Ia mengatakan proses penyidikan akan terus dilakukan berdasarkan scientific crime investigation dengan berkolaborasi bersama ahli psikologi forensik dan psikiater.
Lihat Juga :