Tolak Segala Bentuk Kekerasan, Gus Muhaimin Teken Petisi di Surabaya

Minggu, 22 Januari 2023 - 14:31 WIB
loading...
Tolak Segala Bentuk...
Inisiator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Ist)
A A A
SURABAYA - Sekelompok masyarakat berkumpul dan menandatangani petisi pelindungan anak dan perempuan di depan Museum NU, Jl. Gayungsari Menanggal, Gayungan, Kota Surabaya, Minggu (22/1/2023).

Inisiator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Hari ini kita semua berkumpul dalam satu tekad melawan kekerasan pada perempuan dan anak. Kita menyaksikan banyak peristiwa kekerasan baik kepad perempuan maupun anak, ini semua tidak boleh diteruskan, hentikan kekerasan pada perempuan dan anak," kata Gus Muhaimin, sapaan akrabnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan seluruh warga bangsa bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi gejolak kekerasan pada perempuan dan anak yang marak terjadi belakangan ini.

Sehingga ia mengajak masyarakat untuk tidak berdiam diri, melainkan melawan setiap aksi kekerasan itu.

"Kita tidak boleh diam saja, kita tidak boleh menganggap biasa-biasa saja, ini keadaan sudah luar biasa dan kita harus melawan dan menyiapkan kekuatan," tutur Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI itu pun mengutai tiga langkah penting mengantisipasi kekerasan. Pertama, ia mengajak warga bangsa bersama sama mengukuhkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya kekerasan pada perempuan dan anak.

"Hari ini kita lalui, kita mulai dan kita jalankan agar semua melek dan sadar akan haknya, agar semua mengerti akan kewajibannya, agar seluruh rakyat Indonesia adalah kekuatan anti kekerasan," ujarnya.

Kedua, Gus Muhaimin memohon aparat penegak hukum untuk mengambil langkah langkah represif bagi setiap pelaku kekerasan yang belakangan merajalela. Menurutnya tindakan represif harus dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Ketiga, kita sempurnakan konstitusi kita, kita perkuat UU kita, kita perkuat aturan kita agar semua menjadi waspada dan mengantisipasi. Karena itu kita meminta kepada seluruh jajaran legislatif dan eksekutif unt bahu membahu menyempurnakan aturan secepatnya dan sebaik baiknya," tukas Gus Muhaimin.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan Nihayatul Wafiroh mengutai alasan kegiatan tersebut digelar. Menurutnya gerakan anti kekerasan pada perempuan dan anak penting dilakukan lantaran kasus tersebut semakin meningkat seiring waktu.

"Mengapa gerakan ini penting? Karena selama ini kita lihat bahwa kekerasan pada anak dan Bu perempuan tidak semakin turun tapi justru jumlahnya semakin meningkat," kata perempuan yang akrab disapa Ninik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menyatakan, perempuan dan anak tidak hanya mengalami kekerasan di lingkungan umum tapi juga di dalam keluarganya.

"Oleh sebab itu Gus Muhaimin melakukan gerakan inisiasi untuk peduli perempuan dan anak. Kita harus saling gandeng tangen untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada perempuan dan anak karena negara ini tidak bisa berjalan dengan baik bila perempuan dan anak tidak mendapatkan perlindungan," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Kasus Kekerasan Anak...
Kasus Kekerasan Anak di Yogya, Menteri PPPA Beberkan 44% Daycare Belum Punya Izin
Pemkot Yogyakarta Lakukan...
Pemkot Yogyakarta Lakukan Sweeping Daycare Pascakasus Kekerasan Anak di Little Aresha
13 Tersangka Kasus Penganiayaan...
13 Tersangka Kasus Penganiayaan Daycare di Jogja, Polda DIY Sebut Bisa Bertambah
Daycare Little Aresha...
Daycare Little Aresha Jogja Dipastikan Tak Berizin, Polisi Tetapkan 13 Tersangka
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Rekomendasi
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved