Sosok Dyah Pitaloka Citraresmi, Kecantikannya Picu 2 Elit Majapahit Berselisih

Sabtu, 21 Januari 2023 - 05:00 WIB
loading...
Sosok Dyah Pitaloka...
Perang Bubat pecah antara pasukan kerajaan Majapahit dengan kerajaan Sunda, perang tersebut menandakan gagalnya pernikahan antara Raja Hayam Wuruk dengan Putri Dyah Pitaloka.
A A A
Dyah Pitaloka Citraresmi adalah seorang putri Kerajaan Sunda yang dijodohkan dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit. Tradisi menyebutkan Dyah Pitaloka sebagai gadis yang sangat cantik. Dyah Pitaloka hendak dijadikan permaisuri.

Namun pada tragedi Perang Bubat, putri Raja Sunda ini bunuh diri setelah mendapati ayahnya (Prabu Maharaja) dan semua pengiring rombongan tewas. Perang Bubat terjadi antara pasukan Majapahit dengan pasukan Sunda.

Mengutip Okezone, Gajah Mada yang menjadi penentu kebijakan kedua setelah Hayam Wuruk. Kidung Sunda sebagaimana dikutip dari buku "Gajah Mada: Sistem Politik dan Kepemimpinan" dari Enung Nurhayati mengisahkan bagaimana Gajah Mada menjadi sutradara di balik Perang Bubat itu. Tak ayal citra Gajah Mada di Kidung Sunda itu disebutkan begitu buruk.

Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati Bercinta dengan Istri Sultan Pajang hingga Punya Anak Laki-laki

Gajah Mada sebagai seorang patih yang mempunyai peranan yang kuat dalam menentukan bahkan mempengaruhi Hayam Wuruk, untuk mengubah pendirian dan tindakan raja terhadap Raja Sunda dan putrinya. Gajah Mada dalam mempengaruhi rajanya lebih mementingkan wibawa raja sebagai penguasa kerajaan daripada perasaan raja sebagai manusia.

Sebagai negarawan, Gajah Mada membuat kebijakan yang seolah-olah membenarkan berbagai cara, kebijakannya tidak dipahami oleh menteri-menteri lain. Alhasil pendirian Hayam Wuruk sang raja muda yang belum mempunyai istri ini pun goyah, terlebih kecantikan putri Sunda itu memang begitu menawan hatinya.

Semula Raja Hayam Wuruk ditanya oleh Raja Kahuripan dan Raja Daha, dua raja di bawah wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit, tentang bagaimana perasaannya ke putri Sunda Syah Pitaloka Citraresmi. Hayam Wuruk pun mantap menjawab bahwa dia mencintai Dyah Pitaloka Citraresmi dan ingin menikahinya.

Justru Gajah Mada-lah yang tidak setuju dengan tindakan sang raja yang notabene atasannya. Hal inilah yang membuat semua menteri yang menghadap tegang mengetahui perbedaan pandangan antara dua pucuk pimpinan tertinggi di Kerajaan Majapahit.

Sambil mengawasi Gajah Mada, semua menteri hanya bisa bertanya-tanya dalam hati apa yang dikehendaki Gajah Mada. Petikan-petikan naskah Kidung Sunda menceritakan tentang situasi semula dari para menteri, para penjaga, dan para pelayan pribadi raja yang setuju terhadap kehendak raja, namun prihatin terhadap perbedaan kehendak dari Gajah Mada.

Sosok Dyah Pitaloka
Sosok Dyah Pitaloka memang bisa dikatakan menjadi pihak yang paling disalahkan oleh Kerajaan Sunda. Sebagaimana dikisahkan dari buku "Perang Bubat 1279 Saka : Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad.

Dyah Pitaloka dituding sebagai biang keladi lantaran keinginannya menikah dengan orang Jawa. Kisah ini juga mengkambinghitamkan Dyah Pitaloka Citraresmi digambarkan pada naskah kuno Carita Parahyangan.

Carita Parahyangan jelas menuliskan bagaimana Perang Bubat terjadi bukan karena Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada, yang menghendaki Dyah Pitaloka Citraresmi diserahkan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, melainkan karena Dyah Pitaloka sendiri.

Carita Parahyangan karya Pangeran Wangsakerta dari Sunda tersebut menegaskan bahwa timbulnya Perang Bubat, karena Dyah Pitaloka lebih memilih orang Jawa menjadi suaminya daripada orang Sunda. Padahal kala itu, beberapa pria dari Sunda konon dikabarkan hendak meminangnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
3 Potret Karya Ivan...
3 Potret Karya Ivan Gunawan di New York Fashion Week 2023, Terinspirasi Kerajaan Majapahit
Rekomendasi
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Berita Terkini
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved