Anies Diminta Tak Buka Hiburan Malam karena Sulit Terapkan Physical Distancing

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:55 WIB
loading...
Anies Diminta Tak Buka...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta tak membuka tempat hiburan malam selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sulitnya menerapkan physical distancing di tempat hiburan malam membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta tak membuka hiburan malam selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) .

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Satuan Tugas Anti Narkoba (DPP SAN) Anhar Nasution. Menurut dia, tempat hiburan sangat sulit untuk menerapkan pembatasan sosial. “Coba bayangin saat karaokean. Bagaimana menyanyi terpisah, apa rasanya, belum lagi saat clubbing, mau bagaimana berjoget dengan berjarak,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Belum lagi saat memakai jasa pemandu lagu, penggunaan physical distancing sulit dilakukan. Para pelanggan enggan rugi karena harus duduk berjauhan. (Baca juga: Argo Yuwono: Korban Ujaran Kebencian di Media Sosial Segera Lapor Polisi)

Termasuk saat membuka gerai pijat, Anhar menyebutkan, gerai ini sulit menerapkan physical distancing. Pasalnya, sentuhan kulit antara lengan tangan tubuh pelanggan terjadi.

Di sisi lain dengan keluar masuk orang di kedua tempat ini membuat tempat hiburan rawan akan penyebaran Covid-19. “Jadi kalau saran saya mending ditunda dulu,” ucapnya.

Apalagi saat ini di Jakarta angka positivity rate-nya melonjak dari 4-5 sekarang sudah 10,5 persen. Karena itu, dia melihat bila tak diantisipasi betul maka lonjakan pasien positif bisa tak terkendali. (Baca juga: Bike Sharing Disenangi Warga, Jumlah Armada Sepeda Bakal Diperbanyak Lagi)

Sikap senada juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani. Dia meminta tempat hiburan tak dibuka saat PSBB transisi. Zita meminta agar Anies lebih memprioritaskan membuka sekolah terlebih dahulu agar siswa bisa belajar secara tatap muka.

Jika Anies tetap ngotot membuka hiburan malam sebelum sarana pendidikan pada PSBB transisi tahap kedua nanti, PAN menyatakan untuk menolak kebijakan tersebut.

"Nah, itu saya tolak keras. Jangan sampai tempat hiburan dibuka sebelum pendidikan dibuka. Bila itu terjadi, saya akan kritik dan tolak keras," tegasnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Berita Terkini
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Infografis
Putusan MK Buka Berpeluang...
Putusan MK Buka Berpeluang PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved