Kisah Pedagang Bakso di Tangsel 14 Tahun Aktif di NII lalu Hijrah ke NKRI
Senin, 05 Desember 2022 - 20:15 WIB
Sekian tahun lamanya TK bergelut dalam kelompok NII khususnya mereka yang tinggal di wilayah Tangsel. Pengajian atau pertemuan di berbagai tempat dia ikuti. Tak ada kecurigaan apa pun, bahkan sebelumnya dia merasa aneh dengan tudingan jika NII dikatakan kelompok radikal.
"Saya juga bingung awalnya kenapa banyak yang bilang radikal segala macem. Padahal, kalau pengajiannya bagus, makanya waktu itu saya aktif," kata TK.
Namun, perlahan-lahan TK merasakan ada kejanggalan dalam ajaran NII. Terutama soal kepemimpinan dan negara Islam di mana dia menganggap NII mau mewujudkan semua itu dengan cara merebutnya dari NKRI.
"NKRI lebih jelas aja. Kalau di NII kan nggak ada yang urus surat-surat keperluan (administrasi) segala macam. Sedangkan kita kalau mau urus apa-apa ya ke NKRI. Makanya saya nggak sepakat soal ajaran negaranya (NII) itu," ucapnya.
Akhirnya, TK memilih hijrah kembali kepada NKRI karena tak ada ketenangan yang didapat saat menjadi anggota NII. "Semua sembunyi-sembunyi, sesama kita saja yang tahu. Kalau mau pengajian atau apa pun itu semua rahasia kayak ngumpet-ngumpet. Jadi ibadah kita nggak tenang kayak orang punya salah," ungkapnya.
"Saya juga bingung awalnya kenapa banyak yang bilang radikal segala macem. Padahal, kalau pengajiannya bagus, makanya waktu itu saya aktif," kata TK.
Namun, perlahan-lahan TK merasakan ada kejanggalan dalam ajaran NII. Terutama soal kepemimpinan dan negara Islam di mana dia menganggap NII mau mewujudkan semua itu dengan cara merebutnya dari NKRI.
"NKRI lebih jelas aja. Kalau di NII kan nggak ada yang urus surat-surat keperluan (administrasi) segala macam. Sedangkan kita kalau mau urus apa-apa ya ke NKRI. Makanya saya nggak sepakat soal ajaran negaranya (NII) itu," ucapnya.
Akhirnya, TK memilih hijrah kembali kepada NKRI karena tak ada ketenangan yang didapat saat menjadi anggota NII. "Semua sembunyi-sembunyi, sesama kita saja yang tahu. Kalau mau pengajian atau apa pun itu semua rahasia kayak ngumpet-ngumpet. Jadi ibadah kita nggak tenang kayak orang punya salah," ungkapnya.
Lihat Juga :