Pengelolaan Aset dan Liabilitas Terbaik, bank bjb Raih Penghargaan
Kamis, 10 November 2022 - 09:36 WIB
foto: doc bjb
BANDUNG - Penghujung 2022, bank bjb kembali meraih prestasi. Kali ini, bank bjb dinobatkan sebagai The Most Outstanding Bank in Asset & Liabilities Management Strategy di sebuah ajang penghargaan yang digelar jaringan media.
Predikat tersebut diraih bank bjb karena telah berhasil menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan pengelolaan aset dan liabilitas terbaik berdasarkan sejumlah kriteria.
Acara The Best Regional Banks yang bertajuk “Ekonomi RI Melejit, BPD Siap Pacu Bisnis!" tersebut diselenggarakan secara virtual pada Rabu 9 November 2022 via Zoom. Penghargaan diterima oleh Deputy Corporate Secretary bank bjb Devi Fajar Nugraha.
Beberapa indikator yang menjadi penilaian adalah data bahwa BJBR telah melakukan pengelolaan aset produktif dan liabilitas yang sangat baik, yang tercermin dari perolehan laba yang naik dalam beberapa tahun terakhir. Laba BJBR mampu tumbuh 10,8 persen secara CAGR dalam 5 tahun terakhir. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap tumbuh 6,0 persen secara rata-rata dalam 5 tahun terakhir, ditengah penyaluran kredit perbankan nasional lebih lambat, yang tumbuh hanya 4,0 persen pada periode yang sama.
Predikat tersebut diraih bank bjb karena telah berhasil menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan pengelolaan aset dan liabilitas terbaik berdasarkan sejumlah kriteria.
Acara The Best Regional Banks yang bertajuk “Ekonomi RI Melejit, BPD Siap Pacu Bisnis!" tersebut diselenggarakan secara virtual pada Rabu 9 November 2022 via Zoom. Penghargaan diterima oleh Deputy Corporate Secretary bank bjb Devi Fajar Nugraha.
Beberapa indikator yang menjadi penilaian adalah data bahwa BJBR telah melakukan pengelolaan aset produktif dan liabilitas yang sangat baik, yang tercermin dari perolehan laba yang naik dalam beberapa tahun terakhir. Laba BJBR mampu tumbuh 10,8 persen secara CAGR dalam 5 tahun terakhir. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap tumbuh 6,0 persen secara rata-rata dalam 5 tahun terakhir, ditengah penyaluran kredit perbankan nasional lebih lambat, yang tumbuh hanya 4,0 persen pada periode yang sama.
Lihat Juga :