Sejarah Museum Sumpah Pemuda yang Dulunya Rumah Tinggal Sie Kong Lian
Senin, 31 Oktober 2022 - 05:00 WIB
Penampakan Museum Sumpah Pemuda Tahun 1928 di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Foto/Istimewa
JAKARTA - Kongres Pemuda Kedua yang dilakukan pada 27-28 Oktober 1928 digelar di 3 tempat, yakni gedung Katholieke Jongenlingen Bond, gedung Oost-Java Bioscoop, dan gedung Indonesisch Huis Kramat.
Gedung terakhir inilah yang sangat membekas lantaran menjadi lokasi lahirnya naskah Sumpah Pemuda. Kini, gedung Indonesisch Huis Kramat dikenal luas sebagai Museum Sumpah Pemuda.
Gedung bersejarah tersebut tadinya merupakan rumah tinggal milik Sie Kong Lian, yang sudah ada sejak awal abad ke-20. Pada tahun 1908, gedung tersebut disewa oleh para pelajar kedokteran Stovia dan Rechtsschool (sekolah hukum), sebagai tempat tinggal.
Setelahnya, bangunan yang terletak di jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat ini dikenal dengan nama Commensalen Huis. Baca juga: Asal Usul Nama Pademangan dari Tokoh Pribumi Berpangkat Demang
Gedung terakhir inilah yang sangat membekas lantaran menjadi lokasi lahirnya naskah Sumpah Pemuda. Kini, gedung Indonesisch Huis Kramat dikenal luas sebagai Museum Sumpah Pemuda.
Gedung bersejarah tersebut tadinya merupakan rumah tinggal milik Sie Kong Lian, yang sudah ada sejak awal abad ke-20. Pada tahun 1908, gedung tersebut disewa oleh para pelajar kedokteran Stovia dan Rechtsschool (sekolah hukum), sebagai tempat tinggal.
Setelahnya, bangunan yang terletak di jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat ini dikenal dengan nama Commensalen Huis. Baca juga: Asal Usul Nama Pademangan dari Tokoh Pribumi Berpangkat Demang
Lihat Juga :