Anies 5 Tahun Pimpin Jakarta: Pahit Manis Majukan Kota Bahagiakan Warganya
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 06:03 WIB
Setelah dilantik sebagai Gubernur DKI dan Wagub DKI, Anies-Sandi langsung bekerja memenuhi janji-janjinya selama kampanye. Dari 23 janji kampanye, Anies-Sandi menyelesaikan pekerjaan antara lain melalui program OK OCE (One Kecamatan One for Center Entrepreneurship) mencetak lebih dari 200.000 wirausaha.
Menurut Anies, kesuksesan program yang berganti nama menjadi Jakpreneur itu tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang mendukung UMKM di Jakarta. “Ini adalah kerja kolaborasi luar biasa di mana yang terlibat bukan hanya pemerintah, tapi juga banyak kolaborator," ujar Anies.
Program lainnya peningkatan layanan transportasi publik dengan meluncurkan Jak Lingko. Program ini mengintegrasikan bus Transjakarta, angkutan perkotaan (angkot), dan KRL Commuter Line yang memudahkan warga untuk bepergian.
Kemudian, program unggulan lain Anies-Sandi yakni Rumah DP 0 Rupiah, Kartu Pekerja, Kartu Jakarta Lansia, KJMU, KJP Plus, hingga Taman Maju Bersama.
Di tengah perjalanan ketika sedang berjuang merealisasikan berbagai programnya persisnya Agustus 2018 Anies ditinggal Sandi yang dipinang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.
Anies pun menjadi single fighter memimpin Jakarta. Meski sendirian, dia tetap kuat. Hujan dan badai dilalui. Program demi program dikerjakan meski sedikit kewalahan tanpa pendamping.
"Kalau untuk menjalankan program, tidak. Semuanya berjalan baik-baik saja dan sistemnya juga ada. Yang lebih menantang itu adalah pengaturan banyak sekali undangan. Undangan-undangan kalau dulu bisa dibagi sekarang tidak bisa dibagi, keleluasaan tidak ada. Tapi, untuk program tidak ada bedanya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Hadapi Covid-19
Di tengah kesendirian, Anies harus menghadapi Covid-19 yang merebak di Jakarta dan mewabah di Indonesia umumnya. Sedari awal, Anies dan Pemprov DKI Jakarta berupaya transparan dan mematuhi SOP penanganan Covid-19.
"Kita transparan dan tidak menutup-nutupi kenyataan apapun yang terjadi di kota ini," ucapnya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Anies Pamer Kemesraan dengan Pimpinan Partai Politik di Formula E
Pemprov DKI selalu menampilkan data apa adanya, termasuk jika ada peningkatan penularan maupun tingkat kematian. "Kita menunjukkan komitmen tinggi dalam menangani itu semua," kata mantan Mendikbud itu.
Bahkan, pihaknya melakukan beberapa mitigasi dengan membentuk Tim Tanggap Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Darurat, hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kemudian, percepatan program vaksinasi Covid-19 di Jakarta dengan dibantu TNI dan Polri serta stakeholder terkait.
Dapat Jodoh: Ahmad Riza Patria
Di saat kondisi masih pandemi Covid-19 dan nyaris 2 tahun memimpin Jakarta akhirnya Anies mendapat pendamping. Tepat 15 April 2020, Ahmad Riza Patria (Ariza) dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Jokowi.
Ariza yang merupakan politikus Partai Gerindra mendampingi Anies hingga akhir masa jabatan pada Minggu 16 Oktober 2022.
Menurut Anies, kesuksesan program yang berganti nama menjadi Jakpreneur itu tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang mendukung UMKM di Jakarta. “Ini adalah kerja kolaborasi luar biasa di mana yang terlibat bukan hanya pemerintah, tapi juga banyak kolaborator," ujar Anies.
Program lainnya peningkatan layanan transportasi publik dengan meluncurkan Jak Lingko. Program ini mengintegrasikan bus Transjakarta, angkutan perkotaan (angkot), dan KRL Commuter Line yang memudahkan warga untuk bepergian.
Kemudian, program unggulan lain Anies-Sandi yakni Rumah DP 0 Rupiah, Kartu Pekerja, Kartu Jakarta Lansia, KJMU, KJP Plus, hingga Taman Maju Bersama.
Di tengah perjalanan ketika sedang berjuang merealisasikan berbagai programnya persisnya Agustus 2018 Anies ditinggal Sandi yang dipinang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.
Anies pun menjadi single fighter memimpin Jakarta. Meski sendirian, dia tetap kuat. Hujan dan badai dilalui. Program demi program dikerjakan meski sedikit kewalahan tanpa pendamping.
"Kalau untuk menjalankan program, tidak. Semuanya berjalan baik-baik saja dan sistemnya juga ada. Yang lebih menantang itu adalah pengaturan banyak sekali undangan. Undangan-undangan kalau dulu bisa dibagi sekarang tidak bisa dibagi, keleluasaan tidak ada. Tapi, untuk program tidak ada bedanya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Hadapi Covid-19
Di tengah kesendirian, Anies harus menghadapi Covid-19 yang merebak di Jakarta dan mewabah di Indonesia umumnya. Sedari awal, Anies dan Pemprov DKI Jakarta berupaya transparan dan mematuhi SOP penanganan Covid-19.
"Kita transparan dan tidak menutup-nutupi kenyataan apapun yang terjadi di kota ini," ucapnya, Jumat (14/10/2022).
Baca juga: Anies Pamer Kemesraan dengan Pimpinan Partai Politik di Formula E
Pemprov DKI selalu menampilkan data apa adanya, termasuk jika ada peningkatan penularan maupun tingkat kematian. "Kita menunjukkan komitmen tinggi dalam menangani itu semua," kata mantan Mendikbud itu.
Bahkan, pihaknya melakukan beberapa mitigasi dengan membentuk Tim Tanggap Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Darurat, hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kemudian, percepatan program vaksinasi Covid-19 di Jakarta dengan dibantu TNI dan Polri serta stakeholder terkait.
Dapat Jodoh: Ahmad Riza Patria
Di saat kondisi masih pandemi Covid-19 dan nyaris 2 tahun memimpin Jakarta akhirnya Anies mendapat pendamping. Tepat 15 April 2020, Ahmad Riza Patria (Ariza) dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Jokowi.
Ariza yang merupakan politikus Partai Gerindra mendampingi Anies hingga akhir masa jabatan pada Minggu 16 Oktober 2022.
Lihat Juga :