Ribuan Santri Alkamal Kembali Belajar, Bupati Blitar Disemprot Disinfektan

Minggu, 05 Juli 2020 - 21:25 WIB
Jumlah santri Ponpes Terpadu Alkamal dari jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai Madrasah Aliyah (MA) sekitar 1.061 orang. Mereka berasal dari mana mana. Yakni mulai wilayah eks Karsidenan Kediri hingga luar Jawa.

Karena situasi pandemi Covid-19 dan disusul adanya kebijakan pemulangan, hampir tiga bulan lamanya mereka berada di rumah masing masing. Secara bertahap, mulai tanggal 5 Juli sampai 12 Juli para santri kembali melaksanakan kegiatan belajar di pondok pesantren.

"Karena itu kami menyiapkan semua protokol kesehatan beserta sarana dan prasarananya, "terang Aminudin yang akrab dipanggil Gus Udin. Selain bilik semprot desinfektan di gerbang masuk, sebanyak 30 wastafel lengkap dengan sabun telah dipasang.

Wastafel itu tersebar di tujuh asrama santri. "Karena di new normal cuci tangan dengan sabun adalah kewajiban, "tambah Gus Udin. Untuk pelaksanaan phyisical distancing, satu kamar yang biasanya berisi 30 santri, menjadi dikurangi.

Ponpes Al Kamal yang di era rejim Orde Baru menjadi langganan kunjungan pejabat Jakarta, yakni Wakil Presiden Adam Malik, Sudharmono, Try Sutrisno, Akbar Tanjung, Cosmas Batubara dan lain lain, memiliki ratusan kamar santri. Jumlah kamar mandi menjadi 122 buah dengan kapasitas antrian 8-10 santri per kamar mandi. (Baca: Razia Malam COVID-19, Aparat Sita Ratusan KTP dan Handphone )

Dengan di-launching sebagai Pesantren Tangguh, kata Gus Udin ponpes juga menyediakan dua kamar isolasi dengan masing masing kamar berkapasitas 20 orang. Kemudian pos kesehatan santri yang dijaga petugas kesehatan.

"Di ponpes juga dibentuk 40 orang satgas yang berasal dari pengurus dan santri senior," papar Gus Udin. Sebagai bagian antisipasi, selama di ponpes santri dilarang keluar lingkungan. Untuk santri yang ditemukan sakit dengan gejala yang mengarah akan langsung dikarantina di ruang isolasi.

"Jika tidak ada perubahan akan langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Begitu juga santri yang datang tanpa surat keterangan sehat, akan kita arahkan untuk mengurus dulu, "kata Gus Udin yang menambahkan evaluasi Pesantren Tangguh akan dilakukan setiap Minggu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!