Menteri PPPA Tegaskan ‘Kawin Tangkap’ Bukan Budaya Sumba
Kamis, 02 Juli 2020 - 20:41 WIB
Menteri PPPA Tegaskan ‘Kawin Tangkap’ Bukan Budaya Sumba. Foto/SINDOnews/Dion UAL
SUMBA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati berharap perilaku atau kasus ‘Kawin Tangkap’ tidak lagi terjadi di Pulau Sumba, NTT.
Prilaku itu, kata dia, sangat merendahkan hak – hak perempuan selain itu juga mencederai nilai-nilia luhur dalam adat dan budaya.
Hal itu ditegaskannya ketika melakukan kunjugan kerja plus menyaksikan penandatanganan deklarasi anti kekerasan perempuan dan anak yang dihelat di aula sekretariat daerah Kabupaten Sumba Timur, Kamis (02/07/2020).
“Hari ini kita sama – sama dengar dari tokoh adat, tokoh agama dan juga pemerintah bahwa perilaku kawin tangkap yang sempat viral lalu itu bukanlah budaya Sumba, itu menjadi kata kuncinya. Kita juga tadi sudah sama –sama menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dimana salah satunya dinyatakan tentang perlindungan perempuan dan anak,” paparnya selepas penandatangan deklarasi oleh empat bupati se-Pulau Sumba, tokoh adat, tokoh agama dan juga Menteri PPPA.
Prilaku itu, kata dia, sangat merendahkan hak – hak perempuan selain itu juga mencederai nilai-nilia luhur dalam adat dan budaya.
Hal itu ditegaskannya ketika melakukan kunjugan kerja plus menyaksikan penandatanganan deklarasi anti kekerasan perempuan dan anak yang dihelat di aula sekretariat daerah Kabupaten Sumba Timur, Kamis (02/07/2020).
“Hari ini kita sama – sama dengar dari tokoh adat, tokoh agama dan juga pemerintah bahwa perilaku kawin tangkap yang sempat viral lalu itu bukanlah budaya Sumba, itu menjadi kata kuncinya. Kita juga tadi sudah sama –sama menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dimana salah satunya dinyatakan tentang perlindungan perempuan dan anak,” paparnya selepas penandatangan deklarasi oleh empat bupati se-Pulau Sumba, tokoh adat, tokoh agama dan juga Menteri PPPA.
Lihat Juga :