Pilkada Kabupaten Bandung Diwarnai Polemik Rekomendasi Cabup Golkar
Kamis, 02 Juli 2020 - 10:42 WIB
"Itu manuver seperti mengecilkan dan merugikan citra Bu Nia dan Pak DN (Dadang M Nasser) dan Pak Obar yang bisa dituduh macam-macam yang negatif," tandasnya.(Baca juga: Masyarakat Sekitar Hutan di Ciwidey Dapat Bantuan Sembako dari IIK-Perhutani )
Senada dengan Deding, pesaing Nia Kurnia Agustina lainnya, Dadang Supriatna pun mengaku tidak terpengaruh dengan klaim sepihak yang menurutnya dilakukan kubu Nia Kurnia Agustina itu.
Dadang mengaku, akan tetap fokus melakukan sosialisasi kepada masyarakat seperti yang diminta oleh DPP Partai Golkar. Meski begitu, dia sangat menyayangkan manuver kubu Nia Kurnia Agustina yang secara sepihak mengklaim bahwa rekomendasi telah jatuh kepada Nia Kurnia Agustina.
"Yang berhak mengumumkan (rekomendasi) itu adalah DPP Partai Golkar. Menurut saya, apa yang dilakukan (kubu Nia) itu adalah manuver politik. Sah-sah saja, tapi itu etikanya kurang benar dan cenderung terburu-buru. Masa rekomendasi disampaikan secara lisan. Landasan hukumnya apa?,"
bebernya.
Dadang Supriatna meminta masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya para kader dan simpatisan Golkar tidak terpengaruh dengan manuver kasar yang dilakukan salah satu bakal cabup Bandung itu. Dadang menegaskan, semua partai, apalagi partai besar seperti Partai Golkar pasti memiliki mekanisme yang sudah disepakati bersama.
"Saat ini surveinya aja belum, mana mungkin DPP Golkar sudah menetapkan calon bupati. Saya sangat menghormati Pak Ketua Umum dan para sesepuh serta pengurus Golkar. Mereka nanti yang akan mengumumkan secara resmi di Jakarta, bukan klaim di DPD Kabupaten," tegasnya.
Senada dengan Deding, pesaing Nia Kurnia Agustina lainnya, Dadang Supriatna pun mengaku tidak terpengaruh dengan klaim sepihak yang menurutnya dilakukan kubu Nia Kurnia Agustina itu.
Dadang mengaku, akan tetap fokus melakukan sosialisasi kepada masyarakat seperti yang diminta oleh DPP Partai Golkar. Meski begitu, dia sangat menyayangkan manuver kubu Nia Kurnia Agustina yang secara sepihak mengklaim bahwa rekomendasi telah jatuh kepada Nia Kurnia Agustina.
"Yang berhak mengumumkan (rekomendasi) itu adalah DPP Partai Golkar. Menurut saya, apa yang dilakukan (kubu Nia) itu adalah manuver politik. Sah-sah saja, tapi itu etikanya kurang benar dan cenderung terburu-buru. Masa rekomendasi disampaikan secara lisan. Landasan hukumnya apa?,"
bebernya.
Dadang Supriatna meminta masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya para kader dan simpatisan Golkar tidak terpengaruh dengan manuver kasar yang dilakukan salah satu bakal cabup Bandung itu. Dadang menegaskan, semua partai, apalagi partai besar seperti Partai Golkar pasti memiliki mekanisme yang sudah disepakati bersama.
"Saat ini surveinya aja belum, mana mungkin DPP Golkar sudah menetapkan calon bupati. Saya sangat menghormati Pak Ketua Umum dan para sesepuh serta pengurus Golkar. Mereka nanti yang akan mengumumkan secara resmi di Jakarta, bukan klaim di DPD Kabupaten," tegasnya.
Lihat Juga :