Hotman Paris Beberkan Kronologi JNE Kubur Beras Bansos Presiden di Depok
Kamis, 04 Agustus 2022 - 19:03 WIB
"Kenapa dikuburkan? Untuk mencegah ini (beras) disalahgunakan, karena sudah busuk nanti menimbulkan masalah. Apalagi ada stempel banpres, malah nanti JNE yang dituduh," ujar Hotman saat konferensi pers di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).
Hotman memastikan beras rusak yang dikubur tersebut milik kliennya secara keseluruhan. "Kamu punya beras di rumah, kalau kamu kubur siapa punya urusan? Siapa peduli? Enggak ada hak orang lain," tandasnya.
Baca juga: Polisi Hentikan Kasus Kuburan Bansos Presiden di Depok
"Kalau beras yang bagus kamu kubur pun itu urusan kamu. Ini beras sudah rusak punya JNE, salahnya di mana? Ini beras bukan lagi beras bantuan presiden dan sudah menjadi milik JNE," sambungnya.
Hotman menjamin beras yang telah rusak dipesan kembali penggatinya untuk dibagikan kepada keluarga penerima manfaat. Sementara beras yang rusak disimpan di gudang.
Hotman memastikan beras rusak yang dikubur tersebut milik kliennya secara keseluruhan. "Kamu punya beras di rumah, kalau kamu kubur siapa punya urusan? Siapa peduli? Enggak ada hak orang lain," tandasnya.
Baca juga: Polisi Hentikan Kasus Kuburan Bansos Presiden di Depok
"Kalau beras yang bagus kamu kubur pun itu urusan kamu. Ini beras sudah rusak punya JNE, salahnya di mana? Ini beras bukan lagi beras bantuan presiden dan sudah menjadi milik JNE," sambungnya.
Hotman menjamin beras yang telah rusak dipesan kembali penggatinya untuk dibagikan kepada keluarga penerima manfaat. Sementara beras yang rusak disimpan di gudang.
Lihat Juga :