Bupati Morut Dorong Investasi Serap Tenaga Kerja Lokal
Sabtu, 30 Juli 2022 - 20:51 WIB
Bupati Morut dorong investasi serap tenaga kerja lokal. Foto: Istimewa
MOROWALI UTARA - Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi mengatakan, investasib dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahetraan masyarakat.
Menurutnya, investasi di Morowali Utara cukup tinggi, mencapai 248 persen dari target awal Rp4,8 triliun, hingga Rp11 triliun. Investasi itu, lanjutnya, banyak berasal dari industri pertambangan.
"Realisasi investasi kami tahun lalu sangat tinggi mencapai 248 persen dari target awal Rp4,8 triliun, yaitu diangka Rp11 triliun, karena banyak industri pertambangan yang masuk ke Morowali Utara," katanya, saat penandatangan dengan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Rabu (29/7/2022).
Baca juga: Pemkab Morowali Utara Kampanyekan Disiplin Pakai Masker
Delis mengungkapkan, tingginya nilai investasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi Morowali Utara yang tumbuh di atas rata-rata nasional. Namun demikian, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tidak signifikan.
"Terdapat beberapa penyebab tidak berimbangnya investasi dan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat, di antaranya penyerapan tenaga kerja lokal kurang maksimal dan migrasi tenaga kerja terlalu tinggi, " ungkapnya.
Menurutnya, investasi di Morowali Utara cukup tinggi, mencapai 248 persen dari target awal Rp4,8 triliun, hingga Rp11 triliun. Investasi itu, lanjutnya, banyak berasal dari industri pertambangan.
"Realisasi investasi kami tahun lalu sangat tinggi mencapai 248 persen dari target awal Rp4,8 triliun, yaitu diangka Rp11 triliun, karena banyak industri pertambangan yang masuk ke Morowali Utara," katanya, saat penandatangan dengan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Rabu (29/7/2022).
Baca juga: Pemkab Morowali Utara Kampanyekan Disiplin Pakai Masker
Delis mengungkapkan, tingginya nilai investasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi Morowali Utara yang tumbuh di atas rata-rata nasional. Namun demikian, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tidak signifikan.
"Terdapat beberapa penyebab tidak berimbangnya investasi dan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat, di antaranya penyerapan tenaga kerja lokal kurang maksimal dan migrasi tenaga kerja terlalu tinggi, " ungkapnya.
Lihat Juga :