Ngeri! Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kabupaten Bekasi Melonjak

Kamis, 28 Juli 2022 - 14:57 WIB
Ia mengatakan, angka faktual kasus kekerasan perempuan dan anak diprediksi lebih banyak. Hal itu dipicu oleh banyak korban yang tidak memiliki keberanian untuk melapor.

"Cukup banyak kasus kekerasan perempuan dan anak yang tidak terdeteksi karena korban tidak berani lapor," kata Ani.

Dia memastikan, akan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan yang berani melaporkan tindak kekerasan. Bahkan, pihaknya juga telah menyediakan rumah singgah bagi korban.

"Laporkan kepada kami, kami pastikan akan melindungi setiap pelapor yang datang ke kita," ucapnya.

Pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengampanyekan program Jawa Barat Berani Cegah Tindak Kekerasan atau Jabar Cekas guna menekan angka kekerasan di Kabupaten Bekasi. Tahun ini angka kasusnya melonjak dibandingkan tahun lalu.

Ani mengatakan, ada 10 poin penting yang tertuang dalam program Jabar Cekas yakni berani berbicara, berani melapor, berani menolak, berani mencegah, berani berpihak kepada korban, berani berkata tidak, berani melawan, berani maju, berani bergerak, serta berani melindungi korban kekerasan yang menimpa perempuan dan anak.

"Program Jabar Cekas ini masih terus kami gencarkan kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan dan sosialisasi," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!