Sejarah Haji Entong Gendut, Pendekar Dari Condet Timur yang Hilang dan Timbul Kembali di Era Anies

Selasa, 05 Juli 2022 - 18:59 WIB
Pajak sebesar 25% yang harus dibayar setiap minggu tentunya sangat memberatkan warga sekitar lantaran harga beras saat itu hanya berkisar 4 sen per kilogram. Apabila ada warga yang tak sanggup membayar pajak, maka harus melakukan kerja paksa. Kerja ini dilakukan dengan mencangkul sawah dan kebun milik Belanda selama sepekan.

Hukum ini jauh lebih berat bagi pemilik sawah atau kebun. Hukumannya berupa sawah dan kebun miliknya itu tidak boleh dipanen.

Menyaksikan penderitaan di depan matanya sendiri, Haji Entong Gendut sangat marah dan tak terima. Pada 5 April 1916 mulailah dikumpulkan seluruh rakyat Condet untuk berperang melawan penindasan ini.

Villa Nova adalah nama perang tersebut, villa ini ditempati oleh Lady Lollison dengan para pengawalnya. Sekitar 30 pemuda Condet bersama haji Entong Gendut mulai menyerbu tempat tersebut.

Sayangnya bala bantuan Belanda yang datang tidak dapat diredam oleh pasukan Condet ini. Haji Entong Gendut juga harus gugur dalam pertempuran tersebut. Pejuang satu ini harus gugur terkena timah panas Belanda ketika melakukan penyerbuan ke rumah tuan tanah di Kampung Gedong.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!