Profil Haji Nawi, Tuan Tanah di Gandaria Jaksel yang Diabadikan Jadi Nama Stasiun MRT

Senin, 04 Juli 2022 - 09:27 WIB


Semasa hidup, Haji Nawi kerap terlihat mengontrol tanahnya yang tersebar di kampung-kampung dengan menggunakan kuda putih kesayangannya. Sebab, di zaman itu belum ada kendaraan yang bisa ia gunakan.

Kemahirannya dalam berkuda ia pelajari langsung dari sang juru tulis, Haji Jadit. Pada 1934, Haji Nawi wafat dan banyak meninggalkan hal baik. Termasuk kenangan masyarakat sekitar tentang kedermawanannya. Baca juga: Mengenal Silat Cimande Bogor, Tempat Lahirnya Para Jawara di Bumi Nusantara

Makamnya berada di Masjid Nurul Huda, Gandaria yang diwakafkan oleh pihak keluarga. Kompleks pemakamannya dikenal dengan Bek Jahran. Pemerintah DKI Jakarta mengenang sosok beliau dengan mendirikan stasiun MRT sesuai namanya.

Melansir laman resmi MRT Jakarta, stasiun ini sarat dengan desain khas Betawi, seperti kaca penyekat dengan pola gigi baleng. Fasilitas yang disediakan di Stasiun MRT Haji Nawi ini juga cukup lengkap, mulai dari ATM, lift, eskalator, hingga toko serbaada.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!