Merugi Imbas Wabah PMK, Peternak Sapi di KBB Berharap Kompensasi dari Pemerintah

Senin, 27 Juni 2022 - 13:09 WIB
Dia mengaku, sudah ada sejumlah sapinya yang terpapar PMK, tetapi saat ini sudah dalam tahap penyembuhan dengan menggunakan obat dari ramuan tradisional. Ini dikarenakan ketersediaan vaksin yang masih terbatas, sehingga belum semua sapi mendapatkan vaksinasi.

Peternak sapi perah lainnya, Ayi (56) menyebutkan, sejak wabah PMK merebak hasil perahan susu sapi miliknya merosot tajam hingga 50%. Jika biasanya, hasil perahan di pagi hari 55 liter dan sore sekitar 35 liter, sedangkan sekarang hasilnya hanya sekitar 39 liter di pagi hari dan 14 liter saat sore hari.

"Produksi susu turun, kalau sedang sakit. Itu jelas merugikan, karena hasil yang dijual jadi berkurang dari biasanya," keluhnya.

Untuk itu, dirinya mesti intensif melakukan perawatan sapi-sapi yang sakit serta memisahkan dari yang kondisinya sehat. Selain itu pembersihan kandang juga dilakukan lebih sering sehingga cukup menyita waktu dan juga biaya. "Kalau ada yang sakit harus cepat diobati, takutnya menular ke sapi lain," ujarnya yang setuju jika pemerintah memberi kompensasi ke peternak di tengah kondisi darurat wabah PMK.

Berdasarkan data terakhir, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK di KBB mencapai sebanyak 4.904 ekor. Rinciannya terdiri dari 3.609 ekor sembuh, 84 ekor mati, dan 104 ekor dipotong bersyarat. Total kerugian yang dialami semua peternak mencapai sekitar Rp8,5 miliar.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!